Banjir Jakarta: 61 RT dan Enam Ruas Jalan Tergenang Akibat Hujan Deras
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan 61 RT dan enam ruas jalan di Ibu Kota tergenang banjir Jakarta hingga Jumat pagi, akibat curah hujan tinggi dan luapan kali. Simak detail wilayah terdampak dan upaya penanganan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sebanyak 61 Rukun Tetangga (RT) dan enam ruas jalan di wilayah Ibu Kota tergenang banjir. Data ini terhimpun hingga Jumat pagi pukul 07.00 WIB. Genangan ini merupakan dampak dari curah hujan tinggi yang mengguyur Jakarta serta luapan sejumlah kali.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menjelaskan bahwa personel BPBD telah dikerahkan ke lokasi-lokasi terdampak. Mereka bertugas memonitor kondisi genangan dan berkoordinasi dengan berbagai dinas terkait. Upaya ini bertujuan untuk memastikan penanganan cepat dan efektif bagi warga terdampak.
Genangan banjir tersebar di beberapa wilayah, terutama di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan, dengan ketinggian bervariasi. Berbagai faktor seperti curah hujan ekstrem dan luapan air dari sungai-sungai menjadi pemicu utama kejadian ini. BPBD DKI Jakarta terus berupaya agar genangan dapat surut dalam waktu singkat.
Sebaran Genangan Banjir di Jakarta Barat dan Selatan
Di Jakarta Barat, BPBD mencatat ada tiga RT yang tergenang banjir di Kelurahan Kedaung Kali Angke. Ketinggian air di wilayah ini mencapai 30 sentimeter (cm), yang disebabkan oleh curah hujan tinggi. Kondisi ini memerlukan perhatian khusus mengingat potensi dampak yang lebih luas jika hujan terus berlanjut.
Sementara itu, Jakarta Selatan menjadi wilayah dengan jumlah RT terdampak paling banyak, yakni 58 RT. Salah satu lokasi terdampak adalah satu RT di Cilandak Barat, dengan ketinggian banjir mencapai 50 cm. Banjir di Cilandak Barat ini diakibatkan oleh curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut.
Beberapa wilayah lain di Jakarta Selatan juga mengalami genangan signifikan. Dua RT di Lebak Bulus tergenang dengan ketinggian 20-60 cm, disebabkan oleh curah hujan tinggi dan luapan Kali Grogol Mampang. Kemudian, tiga RT di Cipete Utara menghadapi banjir setinggi 110 cm akibat curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut.
Parahnya, 39 RT di Petogogan terendam banjir dengan ketinggian 40-75 cm. Penyebabnya adalah kombinasi curah hujan tinggi, luapan Kali Krukut, serta luapan penghubung (PhB) Nipam. Selain itu, dua RT di Cilandak Timur juga tergenang 80-120 cm akibat curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut. Lima RT di Bintaro dan lima RT di Pesanggrahan juga terdampak, dengan ketinggian 40 cm dan 60-70 cm masing-masing, akibat luapan Kali Pesanggrahan dan Kali Uangan. Satu RT di Ulujami juga tergenang 80 cm karena luapan Kali Uangan.
Ruas Jalan Terdampak dan Upaya Penanganan Banjir
Selain permukiman warga, enam ruas jalan utama di Jakarta juga turut terdampak genangan banjir. Jalan Gaya Motor Raya di Kebon Bawang, Jakarta Utara, tergenang setinggi 30 cm. Di Jakarta Barat, Jalan Strategi Raya, Joglo, dan Jalan Basoka Raya, Joglo, tergenang masing-masing 30 cm dan 40 cm. Jalan Srengseng Raya, Srengseng, juga tergenang 20 cm.
Di Jakarta Selatan, Jalan Ciledug Raya (depan Pom Bensin Shell), Petukangan Selatan, tergenang 30 cm, dan Jalan Pondok Karya, Pela Mampang, tergenang 60 cm. Genangan di ruas-ruas jalan ini tentu menghambat mobilitas warga dan aktivitas perekonomian.
BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah. Mereka berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Alam, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan untuk melakukan penyedotan genangan serta memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik.
Bersama dengan para lurah dan camat setempat, seluruh unsur tersebut juga menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas banjir. BPBD DKI Jakarta menargetkan genangan dapat surut dalam waktu cepat melalui upaya penanganan yang terkoordinasi dan sigap.
Sumber: AntaraNews