Banjir Jakarta: 126 RT Masih Terendam, BPBD DKI Imbau Warga Waspada Genangan
Sebanyak 126 RT di lima wilayah Jakarta masih terendam banjir pada Jumat petang, 23 Januari 2026, dengan ketinggian air mencapai lebih dari satu meter di beberapa titik, akibat hujan deras dan luapan sungai.
Banjir masih merendam setidaknya 126 rukun tetangga (RT) di berbagai wilayah Jakarta hingga Jumat petang, 23 Januari 2026. Kondisi ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, yang juga menyebabkan meluapnya sejumlah sungai. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan waspada terhadap genangan air yang ada.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menjelaskan bahwa data hingga pukul 18.00 WIB menunjukkan dampak banjir tersebar di Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, dan Jakarta Pusat. Ketinggian air bervariasi, dengan beberapa lokasi mencapai lebih dari satu meter. Imbauan ini penting untuk keselamatan warga di area terdampak.
Selain ratusan RT yang tergenang, banjir juga masih menggenangi 18 ruas jalan di Ibu Kota, dengan ketinggian muka air antara 10 hingga 75 sentimeter. Ketinggian banjir terdalam tercatat di Kelurahan Duri Kosambi dan Kelurahan Rawa Buaya, Jakarta Barat, mencapai satu meter lebih. Situasi ini memerlukan perhatian serius dari semua pihak.
Sebaran Banjir di Berbagai Wilayah Jakarta
Dampak banjir pada Jumat petang (23/1) tersebar luas di lima wilayah administratif Jakarta, dengan total 126 RT yang masih terendam. Jakarta Barat menjadi wilayah dengan jumlah RT terdampak terbanyak, disusul oleh Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Kondisi ini menunjukkan kerentanan Ibu Kota terhadap curah hujan tinggi dan luapan air sungai.
Di Jakarta Barat, tercatat 47 RT yang terdampak banjir. Kelurahan Duri Kosambi dan Rawa Buaya mengalami genangan cukup dalam, mencapai 50-120 cm. Selain itu, Kelurahan Kapuk (3 RT, 50-70 cm), Kedaung Kali Angke (8 RT, 80 cm), Jelambar (4 RT, 20 cm), Kedoya Selatan (4 RT, 75 cm), Kedoya Utara (7 RT, 15-80 cm), Sukabumi Utara (1 RT, 60 cm), Kembangan Selatan (4 RT, 35-60 cm), Kembangan Utara (2 RT, 50 cm), dan Meruya Selatan (1 RT, 60 cm) juga mengalami genangan air.
Sementara itu, Jakarta Selatan mencatat 40 RT terdampak, dengan Kelurahan Petogogan menjadi yang paling banyak dengan 26 RT terendam setinggi 30 cm. Kelurahan lainnya termasuk Pondok Labu (1 RT, 30 cm), Cipulir (1 RT, 40 cm), Duren Tiga (1 RT, 40 cm), Pejaten Timur (3 RT, 40 cm), dan Ulujami (8 RT, 70 cm). Ketinggian air di wilayah ini bervariasi, namun tetap memerlukan kewaspadaan.
Kondisi Genangan di Jakarta Timur dan Utara
Jakarta Timur juga tidak luput dari dampak banjir, dengan 32 RT yang masih terendam. Kelurahan Cipinang Melayu menjadi yang paling parah di wilayah ini dengan 9 RT terdampak, ketinggian air antara 20-50 cm. Kelurahan lainnya meliputi Rawa Terate (1 RT, 80 cm), Bidara Cina (4 RT, 60-70 cm), Cipinang Muara (2 RT, 30 cm), Kampung Melayu (4 RT, 60-75 cm), Halim Perdana Kusuma (7 RT, 25-75 cm), Makasar (4 RT, 25 cm), dan Pinang Ranti (1 RT, 20 cm).
Di Jakarta Utara, sebanyak 7 RT di Kelurahan Kapuk Muara masih terendam banjir dengan ketinggian air 40-55 cm. Meskipun jumlah RT terdampak lebih sedikit dibandingkan wilayah lain, genangan ini tetap mengganggu aktivitas warga. BPBD DKI Jakarta terus memantau perkembangan situasi di seluruh wilayah yang terdampak banjir.
Ruas Jalan Tergenang Akibat Banjir Jakarta
Selain permukiman warga, banjir juga menyebabkan genangan di 18 ruas jalan utama dan penghubung di Jakarta. Ketinggian air di jalan-jalan ini berkisar antara 10 hingga 75 sentimeter, mengganggu kelancaran lalu lintas dan mobilitas warga. Beberapa ruas jalan yang tergenang berada di Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.
Di Jakarta Utara, genangan terlihat di Jl. Pegangsaan Dua Depan (Aprt. Greenhill) setinggi 15 cm dan Jl. Tlk. Permata setinggi 10 cm. Jakarta Barat memiliki beberapa titik genangan seperti Jl. Srengseng Raya (20 cm), Jl. Daan Mogot KM 13 (30 cm), Jl. Gotong Royong RT.06 RW 08 (40 cm), Jl. Kapuk Bongkaran RT.022 RW 012 (40 cm), Depan RS. Soeharto Heerdjan Jl. Prof. Dr. Latumeten No.1 (20 cm), Jl. Taman Kota (20 cm), Perumahan BTN Jl. Delima VIII (35 cm), Jl. Strategi Raya (55 cm), Jl. Basoka Raya (30 cm), Jl. Pulo Indah (40 cm), dan Jl. Prepedan Raya (15 cm).
Genangan juga terpantau di Jakarta Selatan, yaitu Jl Pulo Raya IV RT 6 RW 1 (Akses Jalan) setinggi 50 cm. Sementara itu, di Jakarta Timur, beberapa ruas jalan yang tergenang meliputi Jl. Raya Cipinang Indah (15 cm), Jl. Kebon Pala II RW 04 (75 cm), Jl. Kebon Pala II RW 05 (60 cm), dan Jl. Jembatan Lama RW 007 (30 cm). Masyarakat diimbau untuk mencari jalur alternatif dan berhati-hati saat melintasi area yang tergenang.
Sumber: AntaraNews