LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Banjir di 3 kabupaten di Riau, pemkab diminta naikkan status darurat

Di Kabupaten Kuansing, ribuan rumah terendam air.

2016-02-09 21:51:00
Banjir
Advertisement

Banjir di tiga kabupaten yakni Kampar, Rokan Hulu dan Kuantan Singingi terus meluas. Untuk mempercepat proses pengerahan bantuan dari Pemerintah Provinsi dan Pusat, Pemerintah setempat yakni Bupati diminta menaikkan status tanggap darurat banjir‎.

Hal ini diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger. Menurutnya, dengan kondisi banjir yang kian meluas, pemerintah di Tiga Kabupaten didesak supaya meningkatkan status tanggap darurat banjir.

‎"Tiga daerah harus segera meningkatkan status tanggap darurat banjir. Karena kondisi banjir ini terus meluas," ujar Edwar, Selasa (9/2).

‎Dikatakan Edwar, saat ini dirinya bersama dengan Pelaksana Tugas (Plt) Gubri Arsyadjuliandi Rachman dan Dandrem Wirabima serta instansi terkait sedang meninjau kondisi banjir di Kampar.

"Kampar merupakan satu dari tiga kabupaten terparah terkena banjir," terang Edwar.

‎Hal ini disebabkan tingginya curah hujan di Sumatera Barat, yang notabene merupakan daerah hulu sungai Kampar.

"Kondisi air di PLTA Koto Panjang terus meningkat. Hari ini Lima pintu sudah dibuka, karena permukaan air terus naik," ucap Edwar.

‎Oleh karena itu, Edward meminta Pemkab Kampar, Rohul dan Kuansing segera menetapkan status tanggap darurat banjir.

‎"Agar proses pengerahan bantuan dari pusat cepat dan masyarakat bisa diamankan sesegera mungkin," tandasnya.

Untuk diketahui, kondisi terkini di tiga daerah semakin parah. Di Kabupaten Kuansing, ribuan rumah terendam air. Di Kabupaten Kampar, selain puluhan rumah terendam air, hampir 90 persen usaha kerambah warga lenyap diseret arus air.

Sedangkan di Rohul, 3 Jembatan penghubung ambruk diterjang banjir. Akibatnya, ratusan kepala keluarga terisolir.

Namun, hingga kini, belum satu pun dari 3 Bupati selaku Kepala Daerah di wilayah terjadi bencana itu yang menetapkan status Tanggap Darurat Banjir. Di Kampar, Bupati Jefry Noer lebih memilih keliling memantau langsung lokasi banjir dengan mengendarai sepeda motor, ketimbang menaikkan status tanggap darurat.

Baca juga:
Kota Pangkal Pinang hampir lumpuh terendam banjir
Ribuan korban banjir mengungsi ke rumah dinas Walkot Pangkal Pinang
Bocah 2 tahun tewas terseret banjir di Deli Serdang
Sakit dan sendirian saat banjir, Winarni tewas di kamar
Banjir setinggi 2,5 meter rendam 4 desa di Pandegelang

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.