Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sakit dan sendirian saat banjir, Winarni tewas di kamar

Sakit dan sendirian saat banjir, Winarni tewas di kamar Ilustrasi Banjir. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Warga yang bermukim di sekitar Jalan Sekata, Medan mendadak heboh, Selasa (9/2). Mereka berkumpul setelah mengetahui seorang tetangganya tewas di dalam kamar.

Seorang perempuan, Winarni Mudhi Wahyuni (45), ditemukan tak bernyawa di dalam kamar. Jasadnya kondisi terlentang di atas kasur berukuran 3x6 meter. Jenazah itu sudah membusuk dan badannya sudah membengkak dan ada buih putih keluar dari mulutnya.

Jasad Winarni ditemukan setelah warga mencium aroma tak sedap dari rumah Winarni. "Setahu kami ibu itu memang sedang sakit. Waktu melintas rumah itu bau sekali. Saya kasih tahu tetangga-tetangga," ujar Sutri (29), seorang warga.

Kepala lingkungan setempat, Hairawati (62) mengatakan Winarni memang memiliki riwayat penyakit asam lambung dan asam urat. "Begitu diberitahu, saya langsung hubungi pihak kelurahan dan polisi," sebutnya.

Hairawati menduga Winarni yang tengah sakit terjebak banjir di dalam kamarnya. Dia memang tengah sendirian di rumah.

“Dia sendirian, suaminya pengantar TKI ke Malaysia. Mungkin dia terjebak banjir. Soalnya di rumahnya air dalam di rumahnya. Bisa juga dia capai karena ngurasi air sendirian, padahal dia sedang sakit," sebutnya.

Kediaman Winarni memang terlihat berantakan. Rumah itu dipenuhi lumpur dan genangan air sisa banjir. Wilayah tempat tinggal Winarni merupakan salah satu titik yang menjadi lokasi banjir, Senin (8/2).

Saat itu sejumlah wilayah di Medan, Deli Serdang dan Binjai memang digenangi air menyusul hujan yang terjadi sejak Minggu (7/2) malam.

Setelah petugas kepolisian tiba dan melakukan olah TKP, jasad Winarni dievakuasi dengan ambulans ke RS Bhayangkara Medan.

"Kita masih menyelidikinya. Dari hasil penyelidikan yang kita lakukan, memang tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan maupun hal yang mencurigakan. Dari keterangan warga, dia memang memiliki riwayat penyakit semasa hidupnya. Jenazah kita bawa ke RS Bhayangkara untuk keperluan visum," kata Kapolsekta Medan Helvetia Kompol Roni Bonnic.

(mdk/ren)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP