Banjir Banten Lama Rendam Kawasan Wisata Religi, Aktivitas Ziarah Tetap Berlangsung
Kawasan Wisata Religi Banten Lama dilanda banjir setinggi lutut orang dewasa pada Jumat sore, 2 Januari, namun aktivitas ziarah tetap berjalan normal dengan penyesuaian lokasi.
Kawasan Wisata Religi Banten Lama di Kota Serang, Banten, kembali terendam banjir pada Jumat sore, 2 Januari, setelah diguyur hujan deras disertai angin kencang. Genangan air mencapai lutut orang dewasa, menyebabkan sejumlah area vital di situs sejarah tersebut terdampak, termasuk jalur utama peziarah dan sebagian area pemakaman. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 16.30 WIB setelah hujan berlangsung selama dua jam tanpa henti, memicu kekhawatiran namun tidak menghentikan kegiatan keagamaan.
Koordinator Satgas Keamanan Banten Lama, Basuni, menjelaskan bahwa selain curah hujan tinggi, banjir juga dipicu oleh luapan air dari kanal yang mengalir masuk ke area Banten Lama, termasuk hingga ke area pemakaman. Situasi ini memerlukan respons cepat dari petugas keamanan setempat untuk memastikan keselamatan pengunjung dan kelancaran kegiatan. Meskipun demikian, pihak pengelola memastikan bahwa pelayanan bagi para peziarah tetap beroperasi penuh, menunjukkan komitmen terhadap pengunjung.
Untuk menjaga kenyamanan dan keamanan pengunjung, manajemen mengambil kebijakan untuk memindahkan lokasi doa ziarah ke tempat yang lebih tinggi. Area pendopo atau padepokan menjadi alternatif utama bagi para peziarah yang telah datang dari berbagai daerah, memastikan mereka tetap dapat melaksanakan niat suci. Hal ini dilakukan agar warga yang sudah menempuh perjalanan jauh tetap bisa melaksanakan niat ziarahnya tanpa terganggu genangan air.
Penyebab dan Dampak Banjir di Banten Lama
Banjir yang melanda Kawasan Wisata Religi Banten Lama pada Jumat sore kemarin disebabkan oleh kombinasi faktor alam dan geografis yang kompleks. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama kurang lebih dua jam menjadi pemicu utama, membawa volume air yang sangat besar. Curah hujan yang tinggi ini mengakibatkan peningkatan volume air secara signifikan di seluruh area, melebihi kapasitas drainase yang ada.
Selain faktor hujan, luapan air dari kanal di sekitar Banten Lama turut memperparah kondisi genangan. Air kanal yang meluap masuk ke area situs sejarah, termasuk merendam bagian pemakaman dan jalur utama peziarah, menambah ketinggian air yang ada. Ketinggian air yang mencapai lutut orang dewasa menunjukkan intensitas banjir yang cukup serius di beberapa titik, mengganggu aksesibilitas namun tidak sepenuhnya melumpuhkan kawasan.
Meski demikian, Koordinator Satgas Keamanan Banten Lama, Basuni, menyatakan bahwa dampak banjir kali ini tidak separah peristiwa besar yang pernah terjadi pada tahun 2022. Peristiwa banjir serupa memang pernah terjadi sebelumnya, namun skala dan kerusakannya dinilai lebih kecil dibandingkan kejadian dua tahun lalu. Petugas keamanan terus memantau debit air dan bersiaga penuh untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.
Aktivitas Ziarah Tetap Berjalan dengan Penyesuaian
Meskipun Kawasan Wisata Religi Banten Lama terendam banjir, pihak pengelola tetap berkomitmen untuk melayani para peziarah yang datang. Kebijakan penting diambil untuk memastikan aktivitas ziarah tetap dapat dilaksanakan tanpa menghambat niat pengunjung yang tulus. Hal ini menunjukkan dedikasi dalam menjaga keberlangsungan kegiatan spiritual di tengah tantangan alam dan kondisi yang tidak ideal.
Lokasi doa ziarah yang semula berada di area terdampak banjir dipindahkan ke tempat yang lebih aman dan tinggi, seperti area pendopo atau padepokan. Pemindahan ini adalah langkah proaktif untuk memberikan kenyamanan dan keamanan maksimal bagi setiap pengunjung yang datang, memastikan pengalaman ziarah mereka tetap bermakna. Fasilitas sementara ini memungkinkan para peziarah untuk tetap khusyuk dalam beribadah.
Basuni menegaskan bahwa keputusan ini diambil demi menghargai upaya warga yang telah datang dari jauh untuk berziarah, menunjukkan empati dari pihak pengelola. Ia menyatakan, "Untuk penziarahan tetap berjalan, karena kasihan juga warga yang sudah datang jauh-jauh ke sini ingin ziarah. Hanya posisinya saja kita pindahkan." Petugas Satgas Keamanan juga terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) jika situasi memburuk atau memerlukan penanganan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Sumber: AntaraNews