LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Banjir bandang di Madina, 8 siswa madrasah meninggal, 21 belum ditemukan

Banjir bandang terjadi di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara. Sebanyak 29 siswa yang sedang belajar di madrasah dilaporkan menjadi korban dalam peristiwa ini.

2018-10-13 08:15:00
Banjir Bandang
Advertisement

Banjir bandang terjadi di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara. Sebanyak 29 siswa yang sedang belajar di madrasah dilaporkan menjadi korban dalam peristiwa ini.

Berdasarkan informasi dihimpun, banjir bandang terjadi pada Jumat (12/10) sore. Air bah yang membawa lumpur dan material lain, seperti kayu, menghantam sejumlah rumah warga dan madrasah yang ada di tepi sungai.

Saat kejadian 29 siswa sedang belajar di madrasah itu. Mereka dikabarkan hanyut tersapu air bah.

Advertisement

"Ada pelajaran kelas sore di madrasah. Mungkin di atas gunung hujan dan ada kiriman air. Kemudian dari informasi, yang sedang belajar ada 29 orang. Namun, data pastinya nanti kita sinkronkan," kata kata Kapolres Mandailing Natal, AKBP Irsan Sinuhaji kepada wartawan.

Pihak Polres Mandailing Natal mencatat sudah 8 siswa yang ditemukan meninggal dunia. Sementara 21 siswa masih dalam pencarian.

Advertisement

Banjir bandang di Madina Sumut ©2018 Merdeka.com

Korban yang telah ditemukan langsung dievakuasi ke puskesmas setempa. Jenazah mereka selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Polisi terus melakukan pendataan untuk memastikan jumlah keseluruhan korban dan kerusakan akibat bencana ini. "Untuk jumlah korban, kita belum bisa memastikan. Yang jelas kita lagi berupaya mencari korban itu dulu, itu yang kita utamakan. Nanti setelah itu kita invetarisir," jelas Irsan.

Pencarian korban terus dilakukan. Hujan yang mengguyur wilayah itu cukup menyulitkan tim pencari dan penyelamat. "Kita bekerja harus hati-hati, karena cuaca hujan. Priioritas utama kita mencari korban dan tetap mengutamakan keselamatan," tutur Irsan.

Baca juga:
Banjir bandang di Sumbar, 3 warga Tanah Datar tewas dan 1 hilang
Dua warga meninggal tertimbun longsor di Tanah Datar
Kekompakan warga Spanyol gotong-royong bersihkan lumpur usai banjir bandang
Parahnya banjir bandang di Spanyol, mobil-mobil hanyut bergelimpangan
Melihat pengungsian korban banjir dan longsor di Jepang
Penampakan gunungan sampah usai banjir terjang Jepang

(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.