'Bangun satu gereja di Depok sulit, apalagi satu kelurahan satu'
Ada pihak yang coba mengadu domba warga Depok dengan isu SARA tersebut.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok Hendrik Tangke Allo mengatakan spanduk yang menyinggung isu SARA terhadap pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Dimas Oky-Babai Suhaimi adalah spanduk provokasi. Menurutnya, isu itu disebar oleh orang tak bertanggungjawab.
"Biar masyarakat yang menilai, siapa yang coba mengadu domba," kata Hendrik, Senin (9/11).
Ketua DPRD Depok ini juga menuturkan, untuk membangun satu gereja di Depok saja sangat sulit. Apalagi satu kelurahan satu gereja seperti yang ditulis di spanduk itu.
Selanjutnya, dia menyerahkan penilaian pada masyarakat mengenai isu ini. "Masyarakat Depok sudah cerdas, dapat menanggapi hal ini dengan pemikiran positif," ucap Hendrik.
Sebelumnya, spanduk bertuliskan 'Haleluya...Puji Tuhan... Ayo Sukseskan Satu Kelurahan Satu Gereja' ramai menjadi pembicaraan warga sejak Minggu (8/11) siang. Dalam spanduk itu juga terpampang foto pasangan calon wali kota-wakil wali kota Depok Dimas Oky Nugroho-Babai Suhaimi.
Belum diketahui siapa pembuat dan penyebar spanduk itu. Namun dari laporan yang diterima Tim Kampanye Dimas-Babai, spanduk itu terpasang di Cinere, Sawangan dan Citayam. "Yang kami terima ada di tiga titik itu. Tapi mungkin ada beberapa laporan yang saya terima ternyata sudah banyak juga spanduk itu," kata Tim Kampanye Dimas-Babai, Rudi Setiawan.
Baca juga:
Cerita spanduk 'Satu Kelurahan, Satu Gereja' yang bikin heboh Depok
Diterpa isu SARA, Dimas Oky sebut pelaku sebagai penjahat demokrasi
Warga Depok geger spanduk 'Satu Kelurahan, Satu Gereja' Dimas-Babai
Nyalon walikota Depok, Idris resmi berhenti jadi dosen
Nyalon wali kota Depok, Idris Abdul Shomad resmi mundur dari PNS
Jelang Pilkada, pemilih Kota Depok susut 21 ribu