LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Bamsoet tanggapi Dave Laksono: Susah tanggapi anak baru kemarin!

Menurut Bambang, perluasan wewenang adalah sebuah kajian sementara, bukan keputusan Rapimnas.

2016-01-27 22:31:00
Kisruh Golkar
Advertisement

Wacana perluasan wewenang Dewan Pertimbangan (Wantim) Golkar menjadi seolah menjadi topik perdebatan baru di antara kedua kubu Golkar. Wacana ini bergulir seiring penegasan Aburizal Bakrie sebagai ketua umum Munas Bali yang menyatakan mundur dari jabatan Ketum.

Tudingan pun muncul dari Ketua DPP Golkar kubu Munas Ancol, Dave Laksono. Putra Agung Laksono itu menilai, perluasan wewenang tersebut justru akan menjadikan Ketua umum yang baru sebagai boneka. Wewenang kekuasan pun menurut dia akan dikendalikan oleh Wantim.

Menurut Bendum Golkar, Bambang Soesatyo, perluasan wewenang adalah sebuah kajian sementara, bukan keputusan Rapimnas. Hal ini akan dipertimbangkan lebih lanjut dalam munas bersama kedua kubu.

"Ya susah saya menanggapi anak muda yang baru masuk kemarin di Golkar. Ini kan masih kajian. Keputusannya ada di munas," kata Bamsoet di Senayan, Jakarta, Rabu (27/1).

Bamseot menyatakan, perluasan wewenang bukan memberikan kekuasan dan keleluasaan khusus bagi Wantim. Wantim hanya akan memperkuat putusan DPP.

"Perluasan wewenang itu bukan seperti hak veto. Yang dibutuhkan adalah pertimbangan-pertimbangan. Dia hanya menyempurnakan keputusan DPP," jelas dia.

"Misalnya keputusan DPP tentang siapa yang jadi Capres dan Cawapres, siapa yang menjadi calon anggota legislatif, dan siapa yang menjadi calon kepala daerah. Nah Wantim ini yang akan menyempurnakan keputusan itu," sambung dia.

Menurut dia, calon boneka yang dituduhkan Dave Laksono sungguh tidak tepat sasaran. "Pak Ical itu belum tentu. Kan Pak Agung juga bisa, ada Pak JK, Pak Akbar Tanjung. Kalau misalnya Pak Agung Laksono yang jadi Wantim, apa dia masih komentar begitu? Jadi jangan dulu terburu-buru. Ini masih sebuah kajian yang kita minta dipertimbangkan," pungkas Bamsoet.

Baca juga:
Bamsoet yakin Golkar dapat jatah menteri: Itu derita partai lain
Bamsoet sebut Prabowo relakan kader Gerindra jadi menteri Jokowi
Golkar dukung pemerintah, Ical sudah siapkan nama buat menteri
Masih kader Golkar, JK atau Luhut boleh maju ketua umum
Selain muda, calon ketua umum Golkar juga harus punya finansial kuat

(mdk/ren)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.