Balas menkes, PBNU kampanyekan rokok kretek
Salah satu ormas Islam terbesar ini menolak kampanye antirokok yang digulirkan menkes.
Ketidaksetujuan NU terhadap kebijakan Menkes semakin meruncing. Seolah membalas kampanye anti rokok menkes, kini NU menggalakkan rokok alami alias kretek.
"Rokok ini (kretek) bermanfaat untuk kita yang berbahan alami. Yang alamiah selalu lebih baik. Alam itu baik untuk manusia tinggal pengetahuan kita." jelas Profesor Universitas Brawijaya, Sutiman di kantor PBNU Jakarta, (16/12).
Alasannya, dibandingkan dengan rokok lainnya, rokok jenis kretek tidak punya bahan kimia berlebih. PBNU pun menilai rokok bukanlah barang haram.
"Ini kan dari bahan alami dan kalau dibakar elemen pecah sendiri. Kalau daun dia enggak berbahaya. Menurut saya komponen (kimia) semakin sedikit semakin sehat," tutur dia.
Tetapi saat akademisi ini ditanya mana yang lebih baik dengan tidak merokok, jawaban dia, "Saya kira begitu (tidak merokok)," jawab profesor Sutiman.
Baca juga:
NU tuding Menkes tidak adil jika perokok tak dijamin BPJS
Kiai NU: Saya merokok puluhan tahun sehat-sehat saja
PBNU: Sampai kiamat, rokok tidak haram
Tidak ada kaitan antara perokok pasif dan kanker paru-paru
Ini dampak mengerikan rokok pada penampilan!