Bahlil Sebut Total Investasi Proyek EBT di 15 Provinsi Capai Rp25 Triliun
Berdasarkan data Kementerian ESDM, ada 351,9 MW proyek PLTP yang diresmikan hari ini.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut total investasi untuk pembangunan dan pengoperasian proyek Energi Terbarukan (EBT) di 15 provinsi Indonesia mencapai Rp25 triliun.
Hal ini diutarakannya saat sambutan dalam peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Blawan Ijen Unit 1, Bondowoso, Jawa Timur, Kamis (26/6).
"Pada acara hari ini kita meresmikan 15 provinsi, proyek pembangkit listrik energi baru terbarukan dengan total kapasitas sebesar 379,7 megawatt (MW) dengan total investasi kurang lebih sekitar Rp25 triliun," kata Bahlil.
Bahlil menjelaskan, proyek EBT yang diresmikan ini antara lain proyek PLTP Salak Binary di Jawa Barat yang dioperasikan PT Star Energy Geothermal Salak, PLTP Muara Laboh Unit 2 di Sumatera Barat yang dioperasikan PT Supreme Energy Muara Laboh, dan lainnya.
Berdasarkan data Kementerian ESDM, ada 351,9 MW proyek PLTP yang diresmikan hari ini, dengan total investasi Rp 23,49 triliun. Kemudian, ada juga 47 proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 27,8 MW tersebar di 11 provinsi.
Bahlil menyebut, transisi EBT harus di lakukan terus menerus. Menurutnya, PLTS yang dibuat bermanfaat untuk ribuan desa yang belum mendapat listrik.
"Kurang lebih sekitar ada 5.600 desa dusun yang belum ada mendapat listrik sesuai arahan Bapak Presiden desa-desa ini kita akan memakai PLTS. Dan sekarang sudah kita memulai untuk sampai dengan 5-10 tahun ke depan agar semua desa kita bisa mendapat manfaat daripada listrik," paparnya.