Bahas teror bom di Samarinda, Menko Polhukam panggil kepala BNPT
Bahas teror bom di Samarinda, Menko Polhukam panggil kepala BNPT. Wiranto mengatakan, pertemuan tersebut merupakan pertemuan rutin yang biasa dilakukan setiap minggunya. Pertemuan rutin ini membahas perkembangan situasi di tanah air.
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto melakukan pertemuan tertutup dengan sejumlah pejabat negara di Kemenko Polhukam Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (14/11) sore.
Pertemuan itu dihadiri Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Budi Gunawan, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Suhardi Alius.
Menurut Wiranto, pertemuan tersebut merupakan pertemuan rutin yang biasa dilakukan setiap minggunya. "Menyampaikan kondisi terakhir bagaimana. Memang tugasnya Polhukam kan begitu jadi ini mingguan tiap minggu kita kumpul mencoba untuk melihat perkembangan situasi ada enggak ada masalah kasusnya Ahok kita tetap kumpul. Saya kira saya tidak perlu memberikan secara detail hasilnya karena ini masalah keamanan nasional," kata Wiranto usai pertemuan.
Menurut Wiranto, pertemuan tertutup tersebut juga membahas soal serangan bom melotov yang terjadi di Samarinda. Wiranto mengatakan, bakal melakukan antisipasi agar teror bom tak kembali terjadi.
"Semua kondisi di negeri ini yang menyangkut keamanan ketertiban kita bahas. Kita bahas bukan apa-apa tapi intinya bagaimana melakukan langkah-langkah antisipasi. Sehingga tidak terulang lagi bagaimana kita coba menetralisir berbagai sumber-sumber ancaman tugas kita kan membuat masyarakat itu aman tentram kan begitu," kata Wiranto.
Baca juga:
Puslabfor Polri dan INAFIS olah TKP ledakan di Gereja Oikumene
Olah TKP gereja Oikumene, Puslab Polri bawa serpihan bahan peledak
Polisi periksa 19 orang terkait ledakan Gereja Oikumene
Brimob jaga ketat lokasi peledakan bom gereja di Samarinda
Bom gereja Samarinda, Desmond salahkan BNPT gagal lakukan pengawasan
Pasca-ledakan, Gereja Oikumene dijaga ketat polisi bersenjata
Johanda dikabarkan sudah lama diawasi intelijen