LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Bahagia Qorni, anak mandor yang dapat kesempatan belajar di Turki

Mereka mendapatkan beasiswa belajar ke Turki setelah lulus penghafal Alquran di pesantren Sulaimaniyah

2016-08-02 11:55:37
Kisah Inspiratif
Advertisement

Kementerian Agama melakukan wisuda pada 173 santri penghafal Alquran pesantren Sulaimaniyah dari berbagai daerah, sekaligus melepas para santri untuk belajar di Turki. Program ini merupakan kerjasama Kementerian Agama dgn United Islamic Cultural Centre of Indonesia (UICCI) Turki.

Salah satu santri yang diwisuda yakni Muhammad Qorni (16) asal Medan. Dia mengaku sangat gembira bisa diwisuda oleh Menteri Agama Lukman Hakim.

"Cukup senang bisa diwisuda Pak Menteri. Apalagi bisa dikirim belajar ke Turki," kata Qorni saat menghadiri wisuda para penghafal Alquran di Auditorium HM Rasjidi, Gedung Kemenag, Thamrin, Jakarta, Selasa (2/8).

Qorni punya alasan lebih memilih menjadi penghafal Alquran daripada menjadi dokter. Sebab, dengan menjadi penghafal Alquran, cita-citanya pergi ke luar negeri bisa tercapai.

"Saya sempat ditawari beasiswa fakultas kedokteran oleh perguruan tinggi Universitas Sumatera Utara (USU), tapi saya lebih milih ke Turki belajar agama di sana," katanya.

Setelah lulus sekolah nanti, Qorni punya mimpi menjadi seorang diplomat yang hafal Alquran.

"Ingin jadi diplomat yang hafal Al quran," kata anak mandor di salah satu perusahaan tekstil di Medan ini.

Selain sudah menghafal Al Quran 30 juz, Qorni juga sudah belajar bahasa Turki untuk bekal selama bergaul di sana.

"Kalau belajar bahasa Turki, bisa sedikit-sedikit, diajarin di asrama. Biar nggak terlalu bingung di sana," ujarnya.

Para wisudawan tahfiz Al Quran ini rencananya akan belajar di Turki selama 4 tahun. Di sana mereka belajar ilmu agama semisal mengkaji kitab-kitab dan memperdalam kajian Al Quran.

Sekembali dari Turki, para tahfiz ini akan mengabdi di kampung asalnya masing-masing dengan menyebarkan ilmu-ilmu Al Quran kepada masyarakat.

Selain itu, Kementerian Agama akan melaksanakan program 10 ribu hafiz (penghafal Al Quran) yang akan diselesaikan dalam 5 tahun di seluruh pesantren yang ada di Indonesia.

Baca juga:
Belasan anak putus sekolah akibat doyan isap lem Aibon
Si cantik Yusra Mardini, wakili pengungsi Suriah di Olimpiade Rio
Perjuangan anak penjual pisang setiap hari jalan 5 km ke sekolah
Ogah mengemis, Reyang kerja mengelap kendaraan demi biaya sekolah
Firna, anak pemulung di Semarang lulus kuliah IPK cumlaude 3,77
Unnes lobi Menristek kuliahkan S2 anak pemulung di Singapura
Ini pidato mantan TKI asal Malang di Konvensi Nasional Demokrat AS

Advertisement
(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.