LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ayah tak kuat, anak 14 tahun jemput jasad ibunya korban Lion Air 610

Remaja perempuan berusia sekitar 14 tahun itu tampak lesu sesekali menyeka air mata menanti jawaban si petugas, mengenai kondisi sang ibu. Petugas hanya menghela nafas panjang, menjelaskan dengan hati-hati.

2018-10-30 11:26:01
Lion Air Jatuh
Advertisement

"Kita buka-bukaan aja deh pak, jasadnya utuh atau tidak. Kami hanya butuh kepastian itu saja," pertanyaan memilukan itu dilontarkan seorang ibu kepada petugas jaga Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Perempuan berkerudung itu menemani sang keponakan yang ibunya atas nama Dia Damayanti diduga menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 tujuan Jakarta-Pangkal Pinang.

Remaja perempuan berusia sekitar 14 tahun itu tampak lesu sesekali menyeka air mata menanti jawaban si petugas, mengenai kondisi sang ibu. Petugas hanya menghela nafas panjang, menjelaskan dengan hati-hati.

Advertisement

"Kita belum tahu kondisi seperti apa, tunggu pemeriksaan selesai ya," ujar si petugas dengan raut wajah tenang.

Nyatanya, sudah lima jam sejak pukul 05.00 pagi hingga pukul 10.00 WIB jawaban itu saja yang keluar dari mulut petugas. Tidak ada penjelasan kondisi para korban. Termasuk sudah ditemukan atau belumnya jasad sang ibu.

Kakak korban sekaligus bibi dari si bocah pun tak memaksa, hanya berusaha melobi si petugas barangkali ada pernyataan kondisi jasad sang adik. Sementara sang bocah, hanya diam.

Advertisement

"Kita sudah ikhlas pak lillahi ta'ala keluarga kita, adik saya sudah tidak ada. Kami hanya mohon sangat, agar pemeriksaan jenazah bisa selesai, kami di rumah juga bingung mau ngapain lagi. Kita mau kejelasannya pak, biar kami bisa bawa pulang (jenazah korban)," kata si ibu.

"Bapaknya ini (ayah bocah perempuan) enggak karu karuan pak. Nangis, kaget, enggak kuat dia ke sini. Makanya dia minta kejelasan gimana kondisi korban," tukasnya.

Si bocah hanya diam, bingung apa yang harus ia sampaikan ke sang ayah yang masih kaget istrinya menjadi daftar penumpang atas peristiwa nahas Senin (29/10) lalu.

Sang bibi beberapa kali mengarahkan agar si bocah kuat saat menjelaskan kondisi saat ini di RS Polri. Sesekali ia mengangguk, mengiyakan arahan si bibi.

"Kami buntu mbak, tidak tahu harus apa. Kami ingin cepat kejelasan keluarga kami. Ayahnya sampai sekarang masih belum percaya, masih kaget kalau istrinya jadi korban. Terus-terusan nangis, kita kasihan kalau kita pulang dia tanya mana jasadnya, gimana kondisinya, kalau enggak ada (kabar kondisi jasad istri) dia minta kami balik lagi. Kasihan sekali kami lihatnya. Semua pemberkasan untuk DNA sudah dilakukan tadi oleh anaknya, tadi diambil sampel dua lembar rambut, sama darah," ujar satu dari saudara yang ikut mengantar.

"Ibunya (korban) ke Pangkal Pinang sendiri untuk urusan kerja," katanya.

Hingga pukul 10.15 WIB rombongan keluarga Dia pergi meninggalkan instalasi forensik RS Polri. Terlihat, pria mengenakan tanda pengenal Nindya Karya mendampingi keluarga korban.

"Iya dia kerja di Nindya Karya," ujar keluarga korban.

Sejak Senin pukul 23.30 WIB, RS Polri telah menerima 24 kantong jenazah korban pesawat Lion Air JT-610. Wakil Kepala Polri Komjen Pol Ari Dono menjelaskan, jumlah kantong jenazah tidak secara otomatis menandakan jumlah jenazah yang berhasil dievakuasi.

"Jadi kalau 24 kantong jenazah itu bukan berarti isinya 24 jenazah. Satu kantong jenazah bisa beberapa jenazah karena memang kondisi korban kita temukan dalam keadaan sudah hancur tercerai berai, tulang tulang sudah lepas sehingga upaya upaya yang dilaksanakan tim pencarian dan evakuasi itu dihimpun di Karawang dan dikirim ke sini ada 24 kantong," kata Ari.

Sementara itu, Kepala Rumah Sakit Bhayangkara, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kombes Pol Musyafak tengah berupaya mengindetifikasi temuan potongan tubuh tersebut. Saat ini, difokuskan kepada potongan bayi.

"Informasi ada dua bayi ini, kita fokuskan barang kali ada yang masuk di nama ada keterangan bayi jadi lebih singkat. Tetapi kalau misalnya dewasa dan itu hanya serpihan dan lengkap kalau sampel DNA baik dan antemortem itu 4-5 hari teridentifikasi," tutup dia.

Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 jatuh di Tanjung Karawang setelah dilaporkan hilang kontak pada sekitar pukul 06.33 WIB. Pesawat tersebut membawa 189 orang, termasuk penumpang dan kru pesawat.

Penumpang itu terdiri dari 178 orang dewasa, 1 anak-anak, dan 2 bayi (infant). Untuk kru pesawat terdiri dari 2 kokpit kru dan 6 orang awak kabin.

Baca juga:
Polisi lakukan antemortem pada 151 keluarga korban Lion Air JT 601
Pencarian pesawat Lion Air JT 610 terkendala lumpur di dasar laut
RS Polri sudah terima 24 kantong jenazah, satu berisi tubuh bayi
Foto beredar di medsos bagian pesawat Lion Air JT610 ditemukan hoaks!
Tim trauma healing disiapkan bagi keluarga korban Lion Air JT 610
Sakit gigi, copilot Lion Air JT610 Harvino harusnya tak diizinkan terbang
5 Staf Kemenkes dan keluarganya jadi korban kecelakaan Lion JT 610

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.