Ayah mahasiswi UI mengaku kenal salah seorang penculik anaknya
Pihak keluarga mengetahui bahwa anaknya diculik ketika ponsel korban tidak bisa dihubungi.
Fairuz, ayah mahasiswi Universitas Indonesia (UI) yang menjadi korban penculikan, menyayangkan tindakan yang dilakukan pelaku. Sebab, menurut Fairuz, anaknya tidak pernah mempunyai musuh.
"Dia juga tidak bilang kalau ada musuh," kata Fairuz saat ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (20/10).
Fairuz juga mengatakan, Safira tidak pernah cerita bila ada sejumlah orang yang membuntuti. Namun dia mengaku mengenal salah seorang pelaku.
"Sebelumnya Safira belum pernah cerita kalo dibuntuti orang. Salah satu pelaku ada yang saya kenal," lanjutnya.
Dia juga menyampaikan, pihak keluarga mengetahui bahwa anaknya diculik ketika ponsel korban tidak bisa dihubungi dan ada pesan singkat yang masuk untuk minta tebusan. Jika tidak mengirim tebusan, ayah 3 anak ini mengaku pelaku mengancam akan membunuh korban.
"Jadi sejak saya tak bisa hubungi dia, lalu saya dapat sms minta tebusan, baru saya yakin kalo dia diculik. Pelaku juga mengancam membunuh korban jika tidak mengirim tebusan," ungkapnya.
Setelah Polres Jakarta Selatan berhasil menangkap pelaku, dia meminta kepolisian untuk menghukum para pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku.
"Polisi yang lebih tahu ya, saya kira kita di negara hukum, jadi saya minta yang setimpal saja," imbaunya.
Akibat ulahnya, kelima pelaku yang sudah ditangkap dijerat dengan pasal 328 KUHP tentang penculikan dengan ancaman hukuman pidana 12 tahun penjara.
Baca juga:
Polisi buru pelaku lain terkait penculikan mahasiswi UI
Ini kronologi penculikan mahasiswi UI Safira Permatasari
Berangkat kuliah, mahasiswi UI diduga diculik sejumlah orang
Belajar dari film gangster, bocah ini bisa kabur saat diculik
Preman-preman ini jadi galak gara-gara lapar