Atalia Ridwan Kamil: Istri Harus Berperan Cegah Korupsi di Level Keluarga
Seorang istri harus berani menanyakan pada suami sumber penghasilan yang dibawa pulang ke rumah. Tentunya tak lupa mengingatkan suami agar tidak melakukan tindakan korupsi dalam pekerjaannya.
Seorang istri harus menjadi pengingat dan pencegah praktik korupsi di level keluarga. Salah satu caranya, menghindari gaya hidup berlebihan atau tidak sesuai dengan penghasilan.
Hal ini disampaikan Ketua TP-PKK Provinsi Jawa Barat, Atalia Praratya Ridwan Kamil, usai menghadiri acara seminar Hari Antikorupsi Sedunia di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (15/12).
"Jadi, perempuan itu menjadi benteng luar biasa ketika dia dengan gaya hidup yang sederhana, tidak berlebihan, maka dia akan mampu untuk mendorong suaminya tidak melakukan hal-hal yang di luar dari kemampuan dan kapasitasnya," kata Atalia melalui keterangan pers.
Menurutnya, seorang istri harus berani menanyakan pada suami sumber penghasilan yang dibawa pulang ke rumah. Tentunya tak lupa mengingatkan suami agar tidak melakukan tindakan korupsi dalam pekerjaannya.
Menurut dia, ada tiga hal yang mengakibatkan terjadinya tindakan korupsi, yakni karena terjadinya pembiaran, tekanan kebutuhan ekonomi, dan pembenaran.
"Ketika suami bawa pulang uang, maka kita sampaikan, ini uang apa, kalau ini uang yang tidak jelas sumbernya, saya tidak mau terima, misalkan seperti itu," ujar Atalia.
"Jadi, memang penting sekali bagaimana kita memberikan kebiasaan baik ini kepada masyarakat. Jadikan antikorupsi sebagai budaya," pungkasnya.
Baca juga:
Jokowi: Meskipun Listrik di KPK Padam Tapi Pemberantasan Korupsi Tidak Boleh Padam
Febri Diansyah Pertanyakan Komitmen Pemerintah di Hari Antikorupsi
Novel Baswedan Soal Hari Antikorupsi: Pelemahan KPK Harus Tetap Disuarakan
Dinilai Berhasil Cegah Korupsi, Bupati Banggai Raih Penghargaan KPK
Cerita di Balik Menteri Erick Thohir Mau Akting Jadi Tukang Bakso