Aspek keselamatan minim, pemudik hati-hati di Tol Tegal-Semarang
Aspek keselamatan minim, pemudik hati-hati di Tol Tegal-Semarang. Selain Solo-Ngawi, pada kesempatan sebelumnya, tim yang dipimpinnya juga mengecek kesiapan tol Tegal - Semarang. Dari kegiatan tersebut disimpulkan bahwa jalur fungsional sepanjang 113 kilometer (km) tersebut masih terdapat banyak pengerjaan proyek.
Menjelang mudik Lebaran 2018, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, mengecek kondisi jalan tol Solo-Ngawi. Pengecekan dilakukan mulai dari Gerbang tol Colomadu, Kabupaten Karanganyar hingga gerbang tol Ngawi, Jawa Timur.
Di gerbang tol Colomadu, Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi, mendapatkan penjelasan tentang kondisi jalan tol Solo-Ngawi dari Direktur Utama PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN), David Wiyatno. Menurut David, tol Solo-Ngawi sepanjang 90,25 kilometer tersebut sudah mendekati 100 persen, namun belum bisa dioperasikan karena beberapa hal.
"Untuk ruas Solo-Ngawi sifatnya masih fungsional, jadi belum berbayar. Untuk Salatiga-Solo masih darurat, pengerjaannya belum selesai," ujar Budi seusai mendengarkan penjelasan dari David, di gerbang Colomadu, Jumat (1/6).
Selain Solo-Ngawi, pada kesempatan sebelumnya, tim yang dipimpinnya juga mengecek kesiapan tol Tegal - Semarang. Dari kegiatan tersebut disimpulkan bahwa jalur fungsional sepanjang 113 kilometer (km) tersebut masih terdapat banyak pengerjaan proyek yang dilakukan oleh Kementerian PUPR dan Jasa Marga.
"Ada beberapa ruas yang masih dalam penyelesaian. Ada jembatan Kali Boto dan beberapa ruas yang sudah mulai pengecoran. Sebenarnya sudah siap, tetapi dari aspek keselamatan masih minim," jelasnya.
Sehingga pihaknya mengimbau kepada para pemudik agar ekstra hati-hati. Karena di ruas tersebut belum tersedia lampu penerangan, marka dan masih sedikit rambu-rambu. Budi mengaku sudah menyampaikan ke Jasa Marga dan operator agar melengkapi dengan rambu, terutama rambu batas kecepatan.
"Kemarin kita sepakat dengan Kementerian PUPR dan Jasa Marga. Untuk yang jalan tol fungsional kita rekomendasikan kecepatannya 40 dan 60 km per jam.
Selain itu Budi juga ingin memastikan kondisi jembatan yang ada di ruas tol tersebut. Saat ini ada satu jembatan yang belum tuntas di ruas tol itu.
Lebih lanjut ia menjelaskan, dari gerbang Colomadu hingga Sragen sudah operasional tetapi belum berbayar. Namun untuk ruas Sragen ke Ngawi sifatnya masih itu fungsional.
Sementara itu berdasarkan pantauan merdeka.com, dari gerbang tol Sragen hingga Ngawi masih terdapat aktivitas pengerjaan proyek di sejumlah titik. Tumpukan material juga terlihat di pinggir jalan.
Baca juga:
Arus mudik 2018, Kemenkes siapkan 3910 pos kesehatan
Tol Belmera sudah terhubung ke tol MKTT, difungsikan saat Lebaran
Sidak di Tirtonadi, Pemprov Jateng temukan sejumlah bus rusak
Ini alasan tol Becakayu beri diskon hingga 28 persen selama mudik Lebaran
Ini jadwal dan ruas tol yang berlakukan diskon tarif selama mudik Lebaran 2018