Arus mudik 2018, Kemenkes siapkan 3910 pos kesehatan
Merdeka.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyiapkan 3910 pos kesehatan yang tersebar di seluruh Indonesia selama arus mudik dan balik Lebaran 2018. Jumlah ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2017 dengan tambahan 84 pos kesehatan.
Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI Dr Bambang Wibowo menjelaskan, ribuan pos kesehatan tersebut terdiri dari pos kesehatan termasuk fasilitas kesehatan di antaranya rumah sakit, puskesmas, Kantor Kesehatan pelabuhan (KKP), Balai dan Public Safety Center (PSC) 119.
"Penambahan pos ini karena jalannya lebih panjang, ada penambahan jalur misalnya kalau di Jawa itu di Jalur selatan yang ada beberapa alternatif dan itu memerlukan pos kesehatan," ungkapnya di Hotel Patra Jasa Semarang, Kamis (31/5).
Prinsipnya, jelas Budi, pos kesehatan yang disediakan oleh pemerintah itu terintegrasi dengan kepolisian, Dinas Perhubungan dan juga pihak swasta lainnya. Dijelaskan, pos kesehatan yang tersedia nantinya tidak hanya memberikan pelayanan rehabilitatif namun juga pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi kendaraan umum.
"Kita juga terus mengimbau tentang informasi kesehatan pada seluruh pemudik, terutama bagaimana menjaga kesehatan supaya tetap aman saat berkendara," tegasnya.
Budi memberikan tips bagi pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi khususnya kendaraan bermotor untuk beristirahat dan melakukan peregangan selama 10-15 menit setelah berkendara setidaknya 4 jam. Para pemudik juga dapat memanfaatkan pos kesehatan sekaligus memeriksa kesehatannya.
Sementara itu, Kepala dinas kesehatan (Dinkes) Provinsi Jateng Yulianto Prabowo menjelaskan, telah menyiapkan sedikitnya 195 pos kesehatan dengan tambahan 30 pos kesehatan di sejumlah tol yang baru. Selain itu, Dinkes Jateng juga menyiapkan 154 rumah sakit swasta dan 136 rumah sakit pemerintah.
Yulianto juga telah menyiapkan pos kesehatan di sejumlah titik rawan kemacetan diantaranya ruas tol Pemalang-batang, ruas tol fungsional Batang-Krapyak dan juga Tol Tembalang.
"Lalu juga di Tingkir Salatiga yang exitnya sempit dan panjang. Di situ kita siapkan jangan sampai nanti pengalaman Brexit 2016 terulang," tandasnya.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya