Asah Kemanusiaan, Butet Ajak Seniman Melukis di Ruang Tahanan Polres Bantul
Seniman, kata Butet diajak untuk menangkap perasaan yang dirasakan oleh para tahanan yang ada di dalam jeruji besi.
Belasan seniman di Yogyakarta melukis di ruang tahanan Polres Bantul, Rabu (22/4) siang. Acara ini diinisiasi oleh budayawan asal Yogyakarta Butet Kartaredjasa. Butet mengatakan, awalnya ada 23 seniman yang ikut mendaftar untuk melukis di ruang tahanan Polres Bantul. Namun saat hari pelaksanaan akhirnya hanya ada belasan seniman yang ikut.
Butet menyebut, acara ini digelar untuk mengasah rasa dari orang lain. Seniman, lanjut Butet diajak untuk menangkap perasaan yang dirasakan oleh para tahanan yang ada di dalam jeruji besi.
"Ini saya ingin mengajak kawan-kawan seniman supaya belajar ngrasake rasane liyan (merasakan rasanya orang lain). Alasan kenapa di ruang tahanan agar seniman bisa merasakan perasaan para tahanan," kata Butet.
Butet menjabarkan, dengan melukis di dalam tahanan dan bertemu tahanan yang sedang apes nasibnya, empati para seniman akan bisa terasah. Selain itu juga rasa simpati pada sesama manusia akan muncul pula. "Kawan-kawan ini harus terasah empati dan simpatinya pada manusia dan kemanusiaan. Prinsip dasar dari demokrasi itu adalah peduli, punya perhatian dan empati pada manusia dan kemanusiaan," urai Butet.
Butet menyebut, rezim saat ini tidak mengajarkan praktik demokrasi kepada masyarakat. Di mana rasa empati dan simpati menimbulkan kepedulian dan itu menjadi dasar dari demokrasi.
"Hari ini kita tahu semua bahwa rezim hari ini cenderungnya mengkhianati demokrasi, tidak membelajarkan kepada khalayak tentang praktik-praktik berdemokrasi," terang Butet.
Ujung dari Pemahaman
Butet menilai ujung dari pemahaman terhadap demokrasi adalah sensitivitas terhadap manusia dan kemanusiaan. Sensitivitas ini harus dimiliki seniman dalam berkarya.
"Karena tidak ada yang membelajarkan itu, saya mengajak kawan-kawan seniman supaya terlatih merasakan hatinya orang lain atau ngrasakke rasane liyan," terang Butet.
"Kalau seniman tidak punya sensitivitas kepada manusia dan kemanusiaan itu namanya seniman mblegedes. Saya ingin kawan-kawan saya yang seniman adalah seniman-seniman yang punya empati kepada manusia dan kemanusiaan," imbuh Butet.
Beri Motivasi
Sementara Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto menerangkan, para seniman ini melukis di dalam ruang tahanan Polres Bantul.
"Tujuannya untuk memberikan motivasi dan nasihat kepada saudara-saudara kita yang saat ini sedang bermasalah dengan hukum dan berada di ruang tahanan Polres Bantul," ungkap Rita.
Rita menambahkan, apa yang Butet dan para seniman lakukan ini dapat mendongkrak semangat para tahanan agar ke depan tidak mengulangi perbuatannya lagi.
"Tentunya hal ini untuk memberikan nasihat agar ke depan para saudara kita yang bermasalah dengan hukum ini dapat memperbaiki diri," tutup Rita.