Antusiasme Warga Sambut Pembukaan CFD Rasuna Said, Destinasi Baru Olahraga di Jakarta
Hari Bebas Kendaraan Bermotor (CFD) di Jalan Rasuna Said resmi dibuka, menarik ribuan warga untuk beraktivitas. Simak antusiasme masyarakat dan potensi CFD Rasuna Said sebagai pusat sport tourism baru di Jakarta.
Ribuan warga Jakarta membanjiri Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada Minggu pagi, 10 Mei, menandai hari pertama pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau "Car Free Day" (CFD) di kawasan tersebut. Pembukaan area ini sebagai zona CFD disambut dengan antusiasme yang tinggi dari masyarakat. Warga terlihat menikmati berbagai aktivitas fisik, mulai dari berjalan santai, bersepeda, hingga lari-lari kecil, memanfaatkan jalanan yang bebas dari kendaraan bermotor.
Meskipun kawasan Rasuna Said masih dalam proses penataan dan pembangunan, hal tersebut tidak mengurangi semangat masyarakat untuk berpartisipasi. Antusiasme ini menunjukkan besarnya kebutuhan akan ruang publik yang nyaman dan aman untuk berolahraga di tengah kota. Kehadiran CFD di lokasi baru ini diharapkan dapat memberikan alternatif bagi warga yang ingin beraktivitas di akhir pekan.
Pembukaan CFD di Jalan Rasuna Said ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperluas area HBKB. Langkah ini diambil untuk memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat dalam menikmati akhir pekan dengan kegiatan yang sehat dan interaktif. Kawasan ini diharapkan menjadi magnet baru bagi para pecinta olahraga dan rekreasi di ibu kota.
Antusiasme Warga di Lokasi Baru CFD Rasuna Said
Pembukaan CFD di Jalan Rasuna Said berhasil menarik perhatian banyak warga yang sebelumnya kerap beraktivitas di lokasi lain. Salah seorang warga bernama Laila mengungkapkan bahwa ia sengaja memilih Jalan Rasuna Said untuk menikmati HBKB bersama teman dan keluarganya. Keputusannya ini didasari rasa penasaran akan suasana baru di kawasan tersebut.
Laila menambahkan, "Biasanya memang di kawasan HI, tapi setelah tahu di Rasuna Said juga ada CFD, maka kami mencobanya." Pernyataan ini menunjukkan adanya pergeseran minat warga untuk mencoba pengalaman baru di lokasi CFD yang berbeda. Kehadiran opsi baru ini memberikan variasi bagi masyarakat dalam memilih tempat berolahraga.
Senada dengan Laila, Bayu, warga lainnya, juga menyatakan ketertarikannya untuk berolahraga sekaligus melihat kondisi Rasuna Said yang sedang ditata. Ia penasaran dengan perubahan wajah kawasan tersebut setelah tiang monorel dibongkar. Hal ini mengindikasikan bahwa daya tarik CFD tidak hanya terletak pada aktivitas olahraganya, tetapi juga pada kesempatan untuk mengamati perkembangan infrastruktur kota.
Potensi Rasuna Said sebagai Pusat Sport Tourism
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meyakini bahwa penambahan lokasi Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB), termasuk di kawasan Rasuna Said, akan memiliki dampak positif yang signifikan. Ia percaya bahwa inisiatif ini dapat memperluas wisata olahraga atau sport tourism di Jakarta secara keseluruhan. Hal ini juga berpotensi menarik lebih banyak peserta untuk kegiatan olahraga internasional.
“Saya meyakini dengan dibuka (CFD) di Rasuna Said akan menjadi semakin banyak sport tourism yang ada di Jakarta. Termasuk penyelenggaraan berbagai event-event internasional, apakah itu sepak bola, maraton, atau kegiatan lain,” kata Pramono. Pernyataan ini menggarisbawahi visi pemerintah daerah untuk menjadikan Jakarta sebagai destinasi utama bagi penggemar olahraga dari berbagai penjuru.
Pramono Anung Wibowo juga mengklaim bahwa saat ini banyak warga dari luar Jakarta yang sengaja datang ke ibu kota pada akhir pekan hanya untuk berolahraga dan menikmati CFD. Fenomena ini menunjukkan bahwa CFD telah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik. Gubernur meyakini bahwa CFD dapat menjadi salah satu magnet utama Jakarta, khususnya bagi para pecinta olahraga lari, dengan menawarkan rute dan suasana yang beragam.
Sumber: AntaraNews