Antisipasi kelompok Santoso menyusup, perbatasan Sulsel diperketat
Kapolda Sulsel Irjen Pol Anton Charliyan: Kita kedepankan operasi intelijen.
Sepak terjang pentolan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Santoso berakhir setelah tewas dalam baku tembak dengan Satgas Tinombala pertengahan Juli 2016. Namun pengejaran terhadap sisa kelompoknya masih berlanjut.
Kapolda Sulsel Irjen Pol Anton Charliyan menginstruksikan anak buahnya memperketat daerah perbatasan sebagai antisipasi sisa kelompok Santoso menyusup masuk wilayah Sulawesi Selatan.
"Pengawasan daerah-daerah perbatasan seperti Kabupaten Luwu Timur tetap diperkuat jangan sampai ada kelompok Santoso menyusup. Kita kedepankan operasi intelijen," kata Anton Charliyan di Mapolda Sulsel, Sabtu (6/8).
Anton khawatir sisa kelompok Santoso masuk wilayahnya. Pihaknya sudah meminta bantuan TNI, Pemda dan Ulama.
"Kita harus tingkatkan kesiagaan. Diantaranya juga terhadap markas-markas kepolisian karena belajar dari beberapa peristiwa termasuk di Solo baru-baru ini," tegasnya.
Baca juga:
Tangis haru selimuti pelepasan Brimob untuk Operasi Tinombala
Brimob Sulsel berangkat ke Poso memburu sisa kelompok Santoso
106 Personel Brimob Polda Jatim dikirim ke Poso usai Santoso tewas
Teroris Poso diduga anak buah Santoso serahkan diri diantar istri
Ikut andil dalam gerakan Santoso, Umi Delima resmi jadi tersangka
Densus tangkap 3 orang jaringan Santoso, satu ditangkap di pesawat