ANTARA Apresiasi Detail Persiapan Haji 2026 Saudi, Kereta Cepat Haramain Jadi Kunci Transportasi Jemaah
Kantor Berita Nasional ANTARA memuji kesiapan Arab Saudi dalam menyambut puncak ibadah haji 2026. Fokus pada fasilitas dan transportasi canggih, terutama Kereta Cepat Haramain, menjadi sorotan utama dalam Persiapan Haji 2026 Saudi yang detail ini.
Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA menyampaikan apresiasi tinggi kepada pemerintah Arab Saudi atas persiapan fasilitas dan opsi transportasi yang sangat detail menjelang puncak ibadah haji 2026. Kesiapan ini diharapkan dapat memastikan kelancaran dan kenyamanan jemaah dari seluruh dunia. Direktur Pemberitaan ANTARA, Virgandhi Prayudantoro, secara langsung menyatakan kekagumannya atas upaya yang telah dilakukan.
"Saya mengapresiasi pemerintah Arab Saudi atas persiapan fasilitas dan opsi transportasi yang sangat detail menjelang puncak ibadah haji 2026," kata Virgandhi Prayudantoro dalam pernyataan yang diterima ANTARA di Jakarta pada Sabtu. Pernyataan ini menyoroti komitmen Arab Saudi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi para jemaah haji.
Prayudantoro, bersama perwakilan dari Kementerian Media Arab Saudi, melakukan kunjungan langsung ke Saudi Arabia Railways. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara dekat operasional Kereta Cepat Haramain, salah satu fasilitas transportasi utama yang mendukung kelancaran ibadah haji 2026.
Peran Vital Kereta Cepat Haramain dalam Persiapan Haji 2026 Saudi
Virgandhi Prayudantoro menggarisbawahi bahwa Kereta Cepat Haramain telah membawa peningkatan signifikan dalam transportasi jemaah. Khususnya untuk perjalanan dari Jeddah menuju Mekkah, kereta ini memberikan solusi mobilitas yang efisien dan cepat. "Kereta Cepat Haramain telah sangat membantu dalam mengangkut jemaah haji 2026 dari Jeddah ke Mekkah," ujarnya.
Hingga saat ini, Kereta Cepat Haramain telah melayani hampir 800.000 penumpang. Angka ini menunjukkan betapa krusialnya peran kereta cepat ini dalam mendukung kelancaran pergerakan jemaah. Kemampuan kereta ini dalam menangani volume penumpang yang besar menjadi bukti kesiapan infrastruktur Arab Saudi.
Manajer Hubungan Masyarakat dan Media Saudi Arabia Railways, Khaled Y. Al Farhan, menegaskan bahwa Kereta Cepat Haramain terus memainkan peran vital selama musim haji 1447 Hijriah. Hal ini dilakukan melalui rencana operasional yang intensif. "Rencana ini bertujuan untuk memfasilitasi transportasi antara Makkah dan Madinah dalam sistem transportasi terintegrasi," jelas Al Farhan.
Sistem transportasi terintegrasi ini mendukung tujuan Visi Saudi 2030 dan Strategi Transportasi dan Logistik Nasional. Kereta Cepat Haramain menyediakan lebih dari 2,2 juta kursi bagi jemaah dan pelancong selama musim haji. Selain itu, lebih dari 140 perjalanan dioperasikan setiap hari selama periode puncak.
Keunggulan dan Konektivitas Jaringan Transportasi Modern
Kereta Cepat Haramain merupakan salah satu kereta listrik tercepat di dunia, beroperasi dengan kecepatan hingga 300 km/jam. Jalur kereta api sepanjang 453 kilometer ini menghubungkan lima stasiun utama yang strategis. Stasiun-stasiun tersebut meliputi Stasiun Makkah, Stasiun Jeddah (Al-Sulaimaniyah), Stasiun Bandara Internasional King Abdulaziz, Stasiun Kota Ekonomi Raja Abdullah, dan Stasiun Madinah.
Kehadiran kereta ini secara signifikan mengurangi waktu tempuh antar kota. Perjalanan antara Makkah dan Madinah hanya memakan waktu sekitar 2 jam 15 menit. Sementara itu, dari Makkah ke Bandara Internasional King Abdulaziz hanya sekitar 50 menit, dan dari Madinah ke bandara sekitar 1 jam 45 menit. "Ini menjadikannya moda transportasi tercepat antara dua kota suci dan pilihan utama bagi jemaah haji, umrah, dan pelancong," kata Al Farhan.
Stasiun Haramain di Bandara Internasional King Abdulaziz menjadi salah satu hub transportasi terpenting selama musim haji. Dengan luas lebih dari 105.000 meter persegi, stasiun ini dianggap sebagai salah satu stasiun kereta api terbesar di dunia yang terhubung langsung dengan bandara. Stasiun ini terintegrasi langsung dengan Terminal 1 Bandara Internasional King Abdulaziz.
Integrasi ini meningkatkan konektivitas antara transportasi udara dan kereta api. Al Farhan menjelaskan bahwa stasiun ini membantu mempercepat transfer jemaah segera setelah tiba di Kerajaan. Selain itu, keberadaan stasiun ini juga berperan penting dalam mengurangi kemacetan lalu lintas selama musim haji, memastikan pengalaman yang lebih lancar bagi semua pihak.
Sumber: AntaraNews