Antar cewek belanja, jari Nata putus dibacok 2 preman pasar
"Di parkiran pasar memang sedang sepi. Tak tahu apa alasannya, mereka (para pelaku) bacok saya," kata Nata.
Tanpa sebab, Nata (28), warga Tanjung Api-api, Banyuasin, harus kehilangan jari telunjuk dan tengahnya setelah dibacok dua preman pasar. Nata pun melapor ke polisi agar kedua pelaku segera ditangkap.
Kepada petugas, Nata menuturkan, peristiwa itu terjadi pada Senin (12/1) lalu. Saat itu, dia mengantar ceweknya belanja di Pasar Perumnas, Sako, Palembang. Setiba di pasar, dia didatangi para pelaku. Tanpa basa-basi, seorang pelaku membacoknya dengan pedang. Akibatnya, dua jari korban langsung putus.
"Di parkiran pasar memang sedang sepi. Tak tahu apa alasannya, mereka (para pelaku) bacok saya dan mengenai jari telunjuk dan tengah sampai putus," kata Nata di Mapolsek Sako Palembang, Jumat (16/1).
Tak sampai di situ saja, sambil berceceran darah, korban dibawa ke sebuah kios kosong di bagian belakang pasar. Di sana, Nata lagi-lagi dikeroyok dan nyaris terbunuh. "Saya bisa lari karena melawan. Habis itu saya ke rumah sakit. Kemarin baru pulang," ujarnya.
Selain mengalami jari putus, Nata juga kehilangan handphone miliknya setelah dirampas pelaku. Dia berharap, kedua pelaku yang diketahui bernama Iwan (35) dan Rio (30), segera ditangkap. "Kata orang, mereka itu preman pasar. Tapi saya tak ada masalah dengan mereka," terang Nata.
Kapolsek Sako Palembang, AKP Oloan Purba membenarkan kejadian tersebut. Korban juga sudah membuat laporan dengan nomor laporan LP/26/I/2015/Sumsel/Resta/Sek.Sako.
"Korban sudah kita ambil keterangan, selanjutnya kita akan mencari keberadaan kedua pelaku. Keduanya bakal kita kenakan pasal 170 KUHP tentang tindak pidana penganiayaan dan 365 tentang perampasan," ujarnya.
Baca juga:
Mabuk, pelaut adu jotos dengan pengunjung di kafe
Karena cemburu, suami tinju kemaluan istri sampai bengkak
Warga baku hantam gara-gara perusahaan panas bumi, 2 terluka
Kesal geber motor ditegur, Chandra tebas Wayan pakai parang
Kisah-kisah polisi kejam doyan aniaya istri
Kesal dimarahi ortu,alasan Faqih bacok 5 orang beruntun di Yogya