Anies kehilangan sosok sastrawan Danarto
Anies kehilangan sosok sastrawan Danarto. Salah satu karya Danarto yang menjadi favorit Anies adalah Orang Jawa Naik Haji. Ke depan, Anies berharap akan bermunculan sastrawan lain yang bisa menjadi panutan seperti Danarto.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku sangat kehilangan atas meninggalnya sastrawan Danarto. Anies menilai sosok Danarto adalah sastrawan yang hebat. Karyanya, disebut Anies sangat sufistik dan mengandung nilai sosial.
Danarto meninggal dunia di RS Fatmawati, Jakarta Selatan pada Selasa kemarin karena ditabrak motor.
"Kita sangat kehilangan Danarto," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Rabu (11/4).
Anies mengaku sudah lama membaca karya-karya Danarto. "Pak Danarto itu seorang penulis ceren yang suka saya baca, kontemplatif kemudian sufistik tulisan-tulisannya dan menarik ada konteks sosiologi konteks sejarah yang kaya dalam tulisan dia," kata dia.
Salah satu karya Danarto yang menjadi favorit Anies adalah Orang Jawa Naik Haji. Ke depan, Anies berharap akan bermunculan sastrawan lain yang bisa menjadi panutan seperti Danarto.
"Umur di tangan Tuhan, tadi malam saya juga terkejut, begitu tahu kabar saya langsung ke sana dalam perjalanan ternyata beliau sudah wafat. (Berharap) nanti akan muncul banyak lagi capaian capaian sastrawan-sastrawan yang bisa mengembangkan seperti Pak Danarto," kata Anies
Danarto meninggal dunia pada Selasa, 10 April 2018, pukul 20.54 WIB di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RS Fatmawati akibat tertabrak sepeda motor di Kampung Utan, Ciputat. Kala itu dia sedang menyeberang jalan.
Reporter: Delvira Hutabarat
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Ini kronologi kecelakaan sastrawan Danarto
Polisi sebut tabrakan tewaskan sastrawan Danarto murni kecelakaan
Sastrawan Danarto akan dimakamkan di Sragen
Anies akan ambil tanggung jawab pengelolaan Pusat Sastra HB Jassin
Jejak cemerlang Astra di industri otomotif nasional
Berbagi ilmu sampai bui
Supaya pakai APBD, Ahok akan ambil alih pengelolaan PDS HB Jassin