LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Angkat kejahatan melibatkan anak di Bekasi meningkat

Polisi mendorong stakeholder terkait untuk bekerja ekstra menekan angka kriminalitas yang melibatkan anak di bawah umur. Menurut dia, peran sekolah dan orang tua cukup penting jika melihat sejumlah peristiwa yang terungkap.

2018-10-01 01:03:00
penganiayaan
Advertisement

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto mengatakan, angka kriminalitas melibatkan anak di bawah umur di wilayahnya meningkat dalam sebulan terakhir. Indikatornya, beberapa peristiwa menonjol yang terungkap pelakunya masih di bawah umur.

"Bukan sebagai tren kejahatan, tapi catatan kami kejahatan melibatkan anak di bawah umur meningkat," katanya di Bekasi, Minggu (30/9).

Beberapa kasus yang melibatkan anak di bawah umur sebulan terakhir seperti penganiayaan berat terhadap WH (17) di Jalan Kusuma Utara, Duren Jaya, Bekasi Timur pada Sabtu pekan lalu. Pelakunya adalah SRD (17), motif penganiayaan hingga usus korban terburai akibat disabet celurit karena rebutan perempuan.

Advertisement

Selain itu, Indra Lesmana tewas dikeroyok oleh sejumlah pelajar di Bantargebang. Polisi menangkap empat orang pelajar yang mengeroyok di antaranya A (18), MS (15), DAR (15), RP (17) dan MAS (16). Peristiwa ini terjadi di Jalan Raya Setu-Bantargebang.

Pertengangan bulan ini, polisi menangkap CK (17), GA (18), AYH (17) dan MD (17). Mereka dibekuk polisi karena menyerang sekolah menengah kejuruan (SMK) Pijar Alam di Mustikajaya. Penyerangan buntut dari tawuran pelajar di Bantargebang.

Terbaru, MIP (15), dan JIP (17), remaja putus sekolah ini merampok sebuah gerai ponsel di Jalan Raya Narogong, Kelurahan Bantargebang. Bahkan, meski di bawah umur, mereka berani melukai penjaga toko dan menyekapnya penjaga toko, Arthur. Polisi menduga tiga kawan tersangka yang kabur juga masih seumuran.

Advertisement

"Kualitas kejahatan ini yang harus dipikirkan bersama," kata Indarto.

Polisi mendorong stakeholder terkait untuk bekerja ekstra menekan angka kriminalitas yang melibatkan anak di bawah umur. Menurut dia, peran sekolah dan orang tua cukup penting jika melihat sejumlah peristiwa yang terungkap.

"Kami sudah bergerak, anggota ke sekolah-sekolah untuk menjadi inspektur upacara," ujarnya.

Langkah lain, kata dia, penyebaran polisi berpatroli membawa senjata lengkap menggunakan sepeda motor. Menurut dia, jika ada kerumuhan langsung dibubarkan, kalau ada pelanggaran pidana pelaku segera dibawa untuk diproses hukum.

Baca juga:
Polda Metro Jaya ringkus 539 tersangka dalam Operasi Nila 2018
Bareskrim ungkap penipuan dana nasabah bank sekitar Rp 14 triliun
Jelang kampanye Pemilu 2019, Polrestabes Surabaya sikat 290 bandit jalanan
Begal 14 tahun bercelurit pantau pengendara motor anak-anak di Ngaglik
Amankan delapan warga, polisi amankan bendera bintang kejora & ratusan amunisi
172 Penjahat jalan ditangkap jelang IMF-World Bank di Bali

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.