Anggota TNI & Polri kompak bersihkan puing-puing bangunan di Aceh
Anggota TNI dan Polri terlihat kompak membersihkan puing-puing bangunan usai gempa 6,5 SR mengguncang Aceh. Dibantu alat berat, mereka bahu membahu memindahkan material bangunan yang bisa diangkat atau dipindahkan.
Anggota TNI dan Polri terlihat kompak membersihkan puing-puing bangunan usai gempa 6,5 SR mengguncang Aceh. Dibantu alat berat, mereka bahu membahu memindahkan material bangunan yang bisa diangkat atau dipindahkan.
"Kita TNI dan Polri secara bersama-sama membersihkan bangunan yang roboh karena gempa kemarin," kata Komandan Koramil Triengggadeng, Pidie Jaya, Kapten Muhktar, Senin (12/12).
Menurut Mukhtar, untuk membersihkan tempat ibadah Gampong Tu, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya melibatkan 30 personel TNI dan 27 Polisi. Mereka akan bekerja membersihkan puing-puing bangunan sampai semua bersih dan bisa dibangun kembali.
"Enggak ada batas waktu, kita akan bekerja sampai semua bersih total," tuturnya.
Personel TNI dan Polri mulai kemarin sudah mulai turun ke lokasi untuk membersihkan puing-puing bangunan yang roboh. Tidak hanya untuk fasilitas umum, seperti masjid, sekolah, petugas juga membersihkan perumahan warga di seluruh Pidie Jaya.
"Semua kita bersihkan, bukan hanya fasilitas umum," tukasnya.
Adapun alat berat yang digunakan untuk membersihkan puing-puing bangunan sumbangan dari United Tractors Semen Gresik (UTSG). Alat berat itu dipergunakan untuk menghancurkan bangunan yang roboh akibat gempa.
"Bantuan ini kita berikan untuk membersihkan rumah, bangunan lainnya agar dapat dibangun kembali," kata Koordinator CSR UTSG.
Baca juga:
Pemerintah mulai bangun sekolah darurat di Aceh
AirAsia kirim pesawat isi tenaga medis, obat, dan makanan ke Aceh
Dekan Unsyiah sebut bangunan roboh gempa Aceh mayoritas swakelola
Pasca gempa 6,5 SR, warga Blang Baro masih tidur di tenda darurat
Beri masukan pemerintah, Unsyiah petakan lokasi gempa Pidie Jaya