Anggota TNI gagalkan debt collector rampas motor perempuan
Komplotan debt collector merebut motor korban dengan alasan kalau motor korban menunggak angsuran. Tetapi korban membantah, dia bilang sudah membeli secara tunai.
Pengendara perempuan di Jalan Raya Cadas Kukun, Kabupaten Tangerang masih bisa bernapas lega, setelah sepeda motor yang berhasil dirampas komplotan yang mengaku sebagai penagih kredit motor, gagal dilakukan, setelah dikejar anggota TNI yang melintas.
"Saat itu saya lihat enam orang berboncengan dengan tiga sepeda motor merampas sepeda motor yang dikendarai perempuan," ucap Jeri, petugas keamanan yang berada di dekat lokasi kejadian, Senin kemarin.
Saat itu perempuan pemilik motor langsung berteriak dan meminta tolong kepada pengguna jalan lain. "Sambil menangis korban berteriak minta tolong, karena komplotannya banyak, orang yang melintas takut membantu," kata dia.
Tak lama kemudian seorang anggota TNI dari Satuan Pomdam Jaya, Serka Hasan melintas dan mengejar pelaku yang terjebak kemacetan. Aksi pencurian itu kemudian berhasil digagalkan.
Jeri menerangkan, korban mengendarai sepeda motor jenis Honda Beat, dari arah Kukun Rajeg menuju Cadas Sepatan, Kabupaten Tangerang.
Namun sesampainya di Jalan Raya Cadas tepatnya di Kampung Pangodokan, Kelurahan Kotabaru Kecamatan Pasar Kemis, persis di depan pabrik plastik, korban dipepet tiga pelaku berbadan tegap berkulit hitam.
Komplotan ini merebut motor korban dengan alasan kalau motor korban menunggak angsuran. Tetapi korban membantah, dia bilang sudah membeli secara tunai.
"Tak lama, pengendara mobil yang merupakan anggota TNI turun dan mengejar pelaku. Namun sayang pelaku langsung melarikan diri ke arah Kotabumi," ucap dia.
Lanjutnya, Polisi dari Polsek Pasar Kemis mendatangi lokasi, untuk memburu pelaku. "Sepertinya memang pencuri sepeda motor, karena pemiliknya bilang, motornya dibeli tunai," terang dia.
Baca juga:
Tak perlu kabur, ini 5 cara mudah hadapi debt collector
Masih amankan utang luar negeri Indonesia Rp 4.772 triliun? Ini jawaban pemerintah
Sri Mulyani: Ada pihak provokasi utang RI capai Rp 4.000 T, tujuannya jelekin Jokowi
BTN-SMF terbitkan 3 seri efek beragun aset senilai Rp 2 triliun
Pemerintah tak khawatir penahanan harga BBM buat peringkat utang turun