Andini, bocah penderita tumor ganas di Depok meninggal dunia
Padahal bocah ini sempat dijadwalkan untuk menjalani operasi November mendatang.
Setelah sempat dirawat di rumah sakit beberapa lama, Yuniarti Tri Andini, anak penderita tumor ganas akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Fatmawati Jakarta Selatan. Padahal, anak ketiga dari tiga bersaudara dari pasangan Wahyudi (43) dan Sutinah (40) dijadwalkan akan dioperasi November nanti.
Andini meninggal dunia sekitar pukul 02.00 WIB, Selasa (9/8) kemarin. Jenazahnya dibawa ke rumah duka di Kampung Perigi RT 05 Rw 06 Kelurahan Sawangan, Kecamatan Sawangan Depok.
Kepala Dinas Kesehatan Lies Karmawati turut berduka atas musibah tersebut. Selama ditangani RSUD dan Rumah Sakit Fatmawati, almarhumah mendapat perawatan yang baik. Menurutnya, musibah ini bukan dikarenakan lambannya penanganan.
"Ananda Andini meninggal dunia dan itu bagian dari perjalanan penyakitnya karena dia terdiagnosa tumor ganas," kata Lies, Selasa (9/8).
Dikatakan, pihaknya sudah menangani penderitaan Andini. Sebelumnya, dia sempat dirawat intensif di RSUD Depok. Lies menuturkan, tumor ganas yang dialami almarhumah Andini sudah sangat parah.
"Penyakitnya sudah progresif jadi cepat sekali menjalarnya. Kemudian ditambah daya tahan tubuh pasien yang mungkin kurang baik. Almarhumah memang dijadwalkan ikuti kemo sebanyak enam kali, tapi baru satu kali," katanya.
Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat Depok agar selalu menghindari makanan yang bisa memicu kanker seperti MSG, junkfood, makanan yang serba dibakar. Selain itu, faktor lingkungan yang tidak sehat juga bisa memicu timbulnya penyakit.
"Kalau memang ada pasien yang 5 persennya punya genetik kanker kemudian ditambah lagi dengan faktor-faktor makanan pemicu kanker, itu akan memperparah," pungkasnya.
Baca juga:
7 Jenis kanker mengerikan ini bisa dicegah dengan olahraga, lho!
Tak hanya bikin subur, makan kecambah juga bisa cegah kanker
Ladies, hati-hati dengan serangan 5 jenis kanker ini
Merasa senasib, Kapolresta Banda Aceh motivasi anak penderita kanker
Benarkah makan brokoli bisa bantu cegah serangan kanker?