Anak sedang UN, warga TPU Menteng Pulo diberi tambahan waktu
"Kita kasih waktu sampai 20 Mei. Setelah itu mereka harus membongkar sendiri," kata Walikota Jakarta Selatan
Sebanyak 225 gubuk liar di area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Menteng Pulo dibongkar Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan, Kamis (7/4). Ratusan Satpol PP dan alat berat diterjunkan untuk meratakan gubuk-gubuk yang dibangun dari tripleks dan kayu-kayu tersebut.
Walikota Jakarta Selatan, Tri Kurniadi mengatakan, pihaknya memberi toleransi waktu penghuni TPU Menteng Pulo hingga ujian nasional tingkat SD selesai. Sebanyak 65 siswa yang akan menghadapi UN, direlokasi ke gubuk yang belum dibongkar.
"Kita kasih waktu sampai 20 Mei. Setelah itu mereka harus membongkar sendiri," kata Tri di lokasi.
Secara terpisah, seorang ibu spontan beristigfar saat sebuah sebuah alat berat jenis excavator (beko) merubuhkan gubuk liar yang berjarak 50 meter dari tempatnya berdiri. "Astagfirullah, itu beko," ucap seorang ibu itu.
"Mamah aku takut liat itu," saut anaknya di samping ibu itu.
Meski sudah mendapatkan surat peringatan dari Pemprov DKI Jakarta, sejumlah warga tetap bertahan dan tinggal di gubuk TPU Menteng Pulo. Mereka beralasan, anak-anak mereka tengah mengukuti ujian nasional (UN) di sekolah.
"Saya enggak tau mau pindah ke mana. Anak saya masih sekolah SD mau ujian nasional," jelas ibu yang tak mau disebutkan namanya itu.
Baca juga:
225 Gubuk liar di TPU Menteng Pulo dibongkar
Penggusuran ratusan bangunan liar di TPU Menteng Pulo
225 Gubuk liar di TPU Menteng Pulo dibongkar tak dapat ganti rugi
Pemprov DKI bakal tanam 500 pohon di lokasi gusuran TPU Menteng Pulo
Rusun Rawa Bebek belum siap dihuni warga pindahan dari Pasar Ikan
Terkejut, kakek di Penjaringan tewas usai terima SP2 dari Ahok