Anak Magang Positif Covid-19, Kampus UNS Tasikmalaya Ditutup Sementara
Ketua Pusat Komunikasi, Informasi, dan Edukasi UNS, Asep Suryana mengatakan bahwa penghentian seluruh aktivitas dilakukan setelah pihaknya menerima arahan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya.
Seluruh kegiatan di kampus Universitas Negeri Siliwangi (US) Tasikmalaya, sejak Selasa (20/10) dihentikan sementara. Penghentian tersebut dilakukan setelah ditemukannya kasus anak magang yang terkonfirmasi positif Covid-19 di lingkungan kampus.
Ketua Pusat Komunikasi, Informasi, dan Edukasi UNS, Asep Suryana mengatakan bahwa penghentian seluruh aktivitas dilakukan setelah pihaknya menerima arahan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya. Atas arahan tersebut, kini seluruh karyawan diminta bekerja dari rumah (work from home) untuk sementara waktu.
"Ada beberapa yang tetap bekerja, yaitu tenaga keamanan dan tenaga lapangan untuk menyemprot desinfektan setiap hari. Memang sekarang tiap hari kita semprot wilayah kampus," kata Asep, Kamis (22/10).
Penutupan seluruh aktivitas kampus, menurut Asep berawal dari adanya anak SMK yang magang di UNS. Beberapa waktu lalu, anak magang itu mengabarkan pihak kampus bahwa dirinya terpapar Covid-19.
Mengetahui hal tersebut, pihak kampus pun kemudian berinisiatif melakukan tes cepat. "Dari sekitar 100 orang, ada empat yang reaktif. Empat orang itu akhirnya melakukan tes swab, dan hasilnya, ada tiga orang karyawan yang positif," kata dia.
Setidaknya, kini empat orang dari kampus UNS terkonfirmasi positif Covid-19, termasuk anak magang. Walau begitu, Asep mengaku belum bisa memastikan sumber penularan virus itu. walau awal kasusnya dari anak magang, menurutnya belum tentu ia yang menularkan.
Pasca adanya 4 orang yang terpapar, pihak kampus pun kemudian melakukan tes usap kepada 120 orang karyawan. Hasil tes usap itu akan diketahui pada Sabtu (24/10). Kalau hasil tes usap seluruh karyawan dinyatakan negatif, rencananya pada Senin (26/10) kampus akan kembali dibuka. Namun kalau ada penambahan, penutupan akan diperpanjang.
"Saat ini yang beroperasi hanya satu, fakultas ekonomi. Karena ada akreditasi. Sementara gedung lainnya semua ditutup," tutupnya.
Baca juga:
Satgas Sebut Kasus Aktif Covid-19 Menurun Tajam, MPR Minta Pemerintah Tak Lengah
Doni Monardo Sebut Testing Covid-19 di RI Nyaris Capai Target WHO
Moeldoko Klaim RI Lebih Baik dari Amerika Soal Penanganan Covid-19
Gym di Surabaya Pasang Sekat Plastik untuk Tangkal Covid-19
Kasus Covid-19 di Sumsel Meningkat, Dinkes Imbau Liburan saat Cuti Bersama Ditunda
Ultimatum Ketua DPRD Tuban kepada Anggota Dewan yang Bandel Menolak Tes Swab