Alasan Ketum PBNU Islam radikal menguat di Indonesia
Alasan Ketum PBNU Islam radikal menguat di Indonesia. Ketum Umum PBNU, Said Aqil Siradj mengatakan, mencuatnya Islam radikal di Tanah Air dikarenakan adanya gap pemahaman tentang Islam. Hingga saat ini, fenomena Islam radikal menguat.
Ketum Umum PBNU, Said Aqil Siradj mengatakan, mencuatnya Islam radikal di Tanah Air dikarenakan adanya gap pemahaman tentang Islam. Hingga saat ini, fenomena Islam radikal menguat.
"Karena ada gap intelektual, ada gap pemahaman, ada gap orientasi. Coba kalau orang Islam minimal tidak begitu luas gap nya, akan lahir Islam toleran, Islam bermartabat," kata Said sapaan akrab Said Aqil Siradj di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/1).
Said mengaku heran adanya tindakan intoleransi oleh umat Islam. Padahal, sikap intoleransi tidak dianjurkan dalam Alquran, kitab suci umat Islam.
"Toleransi itu ajaran Alquran, ajaran Muhammad. Nabi Muhammad di Madinah itu ada muslim, ada non muslim, ada pribumi, ada non pribumi, ada Yahudi di Madinah itu," ujar dia.
Melihat fenomena tersebut, PBNU tak akan tinggal diam. Kiai NU akan memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada umat Islam.
"Ya kita enggak pernah diam. Saya mengajak semua mari kita teladani Rasullullah. Rasulullah nabi Muhammad enggak pernah ceramah marah-marah, enggak pernah, baca sejarah. Apalagi habib keturunannya. Saya yang bukan keturunannya yang Jawa asli saja enggak pernah marah," kata Said.
Said mengingatkan, Islam adalah agama yang mengajarkan tentang saling menghormati dan saling menyayangi. Ajaran itu harusnya terpatri dan diamalkan oleh seluruh umat Islam di jagat raya ini.
"Islam mengajari akhlakul karimah, saling menghormati, saling memuliakan, tolong menolong. Kalau ada anjing kehausan harus kita kasih minum, itu ajaran Islam.
Jangankan kepada manusia, dengan anjing pun kita harus sayang," pungkasnya.
Baca juga:
Jokowi targetkan restorasi lahan gambut di 2020 capai 2 hektar
Makan siang dengan Jokowi, Said Aqil bahas menguatnya Islam radikal
Menko Luhut: Izin ekspor konsentrat sudah diparaf presiden
Jokowi dianggap gagal, mahasiswa PMII salat gaib dan bakar keranda
Presiden Jokowi undang makan siang Ketum PBNU di Istana
Dikabarkan ditegur Jokowi, Panglima TNI bilang 'hoax, capek mikirin'
Bertemu Jokowi, Shinzo Abe akan bawa 30 CEO perusahaan asal Jepang