Aktivitas meningkat, Gunung Agung mengeluarkan asap putih
Dengan keluarnya uap air itu menandakan indikasi magma sudah makin ke atas untuk mendobrak katup penutup kepundan serta jumlah kegempaan makin banyak dan kuat, tutur Kepala Bidang Mitigasi Gunungapi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Kementerian ESDM Gede Suantika.
Aktivis Gunung Agung makin meningkat semenjak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Kementerian ESDM meningkatkan status menjadi Awas. Bahkan gunung tertinggi di Bali itu sempat mengeluarkan semburan uap air atau asap putih setinggi 200 meter yang menandakan pemanasan air di bawah dengan magma makin meningkat.
Dengan keluarnya uap air itu menandakan indikasi magma sudah makin ke atas untuk mendobrak katup penutup kepundan serta jumlah kegempaan makin banyak dan kuat, tutur Kepala Bidang Mitigasi Gunungapi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Kementerian ESDM Gede Suantika.
Seperti dilansir dari Antara, hasil pengamatan menunjukkan bahwa telah intensitas kegempaan yang makin meningkat, jumlah kegempaan vulkanik dangkal, seperti pada Minggu (20/9) meningkat dibandingkan dengan saat Sabtu (19/9).
Demikian pula kegempaan di kawah makin meningkat, namun gempa vulkanik dalam agak menurun dibandingkan dengan dua hari lalu, namun yang meningkat itu vulkanik dangkal.
Bahkan laporan dari Pos Pengamatan Gunung Agung, pada Senin (25/9) periode pengamatan pukul 24.00 hingga 06.00 Wita, menunjukkan kegempaan vulkanik dangkal jumlahnya 102 kali, amplitudo 2-4 mm, dan durasi 10-15 detik.
Sedangkan gempa vulkanik dalam jumlahnya 125 kali, amplitudo 4-8 mm, S-P: 1.5-2.5 detik, durasi 15-30 detik. Begitu juga gempa tektonik lokal jumlahnya 14 kali, amplitudo 6-8 mm, S-P: 5-7 detik, durasi 30-60 detik.
Begitu juga kondisi cuaca berawan, mendung, dan hujan. Angin bertiup lemah ke arah barat. Suhu udara 22-23 derajat Celcius dan kelembaban udara 87-88 persen. Volume curah hujan sembilan milimeter per hari.
Sejak peningkatan status Gunung Agung dari Siaga menjadi Awas , maka wilayah steril yang semula radius enam kilometer dari puncak gunung itu diperluas menjadi sembilan kilometer, serta ditambah perluasan wilayah sektoral yang semula 7,5 kilometer menjadi 12 kilometer ke arah utara, timur laut, tenggara dan selatan-baratdaya sehingga masyarakat telah menjauh mencari tempat yang aman.
Baca juga:
Simpati gelandang Bali United untuk korban Gunung Agung
Antisipasi erupsi Gunung Agung, Kemenhub siapkan 10 bandara
Pemerintah kirim bantuan air bersih ke korban erupsi Gunung Agung
Bantu korban erupsi Gunung Agung, Pemprov Bali bisa gunakan dana tidak terduga
Kisah kakek 90 tahun dapat 3 istri saat Gunung Agung meletus
Dampak erupsi Gunung Agung, pasukan Kodim Karangasem pindah markas