LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Aktivitas Kegempaan Gunung Merapi Alami Peningkatan Dibanding Minggu Lalu

Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida dalam keterangan tertulisnya membenarkan bahwa intensitas kegempaan di Gunung Merapi lebih tinggi dari minggu lalu.

2020-11-27 16:31:44
Gunung Merapi
Advertisement

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta merilis laporan pemantauan Gunung Merapi pada periode 20 hingga 26 November 2020. Dari data yang dirilis oleh BPPTKG Yogyakarta, diketahui bahwa intensitas kegempaan pada periode ini lebih tinggi dibandingkan pekan lalu.

Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida dalam keterangan tertulisnya membenarkan bahwa intensitas kegempaan di Gunung Merapi lebih tinggi dari minggu lalu.

"Dalam minggu ini, kegempaan Gunung Merapi tercatat 277 kali gempa vulkanik dangkal (VTB), 2464 kali gempa Fase Banyak (MP), 4 kali gempa low frekuensi (LF), 340 kali gempa guguran (RF)," ujar Hanik, Jumat (27/11).

Advertisement

"541 kali gempa embusan (DG) dan 9 kali gempa tektonik (TT). Intensitas kegempaan pada minggu ini lebih tinggi dibanding minggu lalu," sambung Hanik.

Dari data BPPTKG periode 13 sampai 19 November 2020, Gunung Merapi tercatat 262 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 1.939 kali gempa Fase Banyak (MP), 7 kali gempa Low Frekuensi (LF), 441 kali gempa Guguran (RF), 352 kali gempa Hembusan (DG) dan 8 kali gempa Tektonik (TT).

Sementara dari data BPPTKG pada periode 6 hingga 12 November 2020, Gunung Merapi mengalami 244 kali gempa vulkanik dangkal (VTB), 2189 gempa fase banyak (MP), 9 kali gempa low frekuensi (LF), 385 kali gempa guguran (RF), 403 kali gempa hembusan (DG) dan 6 kali gempa tektonik (TT)

Advertisement

Selain itu Hanik menambahkan bahwa dalam periode sepekan, terjadi guguran sejauh 1 kilometer di Gunung Merapi. Guguran ini terjadi pada tanggal 22 November 2020 pukul 06.48 WIB. Hanik merinci guguran ini mengarah ke Hulu Kali Lamat dan teramati dari Pos Pemantauan Babadan, Jawa Tengah.

Hanik menambahkan bahwa terjadi pula perubahan morfologi area puncak Gunung Merapi. Kondisi ini ditandai dengan runtuhnya sebagian kubah lava Gunung Merapi di era erupsi tahun 1954.

"Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental maka disimpulkan bahwa terdapat peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Merapi sehingga statusnya ditetapkan pada tingkat aktivitas Siaga," ucap Hanik.

"Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava, lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dan awan panas sejauh maksimal 5 kilometer," imbuh Hanik.

Baca juga:
Warga Lereng Merapi Diimbau Hentikan Penambangan
Kemensos Salurkan Bantuan Logistik dan Tenda untuk Pengungsi Gunung Merapi
Ada Jejak Misterius di Gunung Merapi, Ini Potretnya Membekas di Beton Aspal
Kondisi Pengungsi Gunung Merapi di Tengah Pandemi, Ini Hasil Tes Swab di Pengungsian
Candi Borobudur Ditutup Terpal
CEK FAKTA: Hoaks Zona Bahaya di Gunung Merapi Bertambah 10 KM

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.