LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Aktivis gelar solidaritas untuk korban antitambang di Lumajang

Massa yang menamakan diri Sedulur Tunggal Roso itu menyampaikan tuntutan proses hukum atas tewasnya Salim alias Kancil.

2015-09-28 14:42:05
Salim Kancil - Tosan
Advertisement

Para aktivis LSM, seniman dan mahasiswa di Malang menggelar aksi solidaritas atas aksi pembunuhan sadis aktivis antitambang di Lumajang, Jawa Timur. Mereka menggelar orasi, mengutuk tindakan premanisme terhadap warga petani Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang.

Massa yang menamakan diri Sedulur Tunggal Roso itu menyampaikan tuntutan proses hukum atas tewasnya Salim alias Kancil (52) dan Tosan (51), yang kini dalam perawatan di rumah sakit.

"Kami mengutuk dan mengecam keras tindakan penganiayaan tidak manusiawi ini," kata koordinator aksi, Abdurrahman Sofyan di Balaikota Malang, Senin (28/9).

Kedua korban adalah petani yang gigih bertahan tetap melawan dan menolak aktivitas tambang pasir golongan B di pesisir pantai Watu Pecak. Salim dikeroyok dan dianiaya hingga meninggal dunia oleh para preman pada Sabtu (26/9). Jasadnya ditemukan tewas tergeletak di pinggir jalan setelah diculik oleh segerombolan orang.

Korban Tosan (51) dalam kondisi terluka parah dan dirawat di rumah sakit di Malang. "Mereka adalah petani yang sedang memperjuangkan ekologis bagi kelangsungan hidup. Tidak layak diperlakukan secara premanisme. Seperti zaman PKI saja, para aktivis dibunuh dan dihabisi," katanya.



Para peserta aksi membawa sejumlah poster tuntutan di antaranya, Segera Tangkap Aktor Intelektual, Pemprov Jatim Segera Tertibkan Tambang, Hentikan Eksploitasi Tambang, Lawan Mafia Tambang, Pray for Salim.

Massa juga membawa kain putih yang dibentangkan di jalan. Sementara di tengah kain putih tersebut tergeletak foto almarhum Salim, bertabur bunga. Para aktivis satu per satu membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk solidaritas.

"Perjuangan Salim untuk generasi yang akan datang, kita berharap tidak akan terjadi lagi. Bayangkan kalau Salim Kancil ini saudara, anak-anak kita yang akan terus didera ketakutan," katanya.

Massa mendesak Pemerintah Kabupaten Lumajang dan Pemerintah Daerah Jawa Timur untuk menghentikan seluruh kegiatan penambangan. Selain itu juga mendesak polisi mengusut dan memproses hukum pelaku penganiayaan serta membongkar aktor intelektualnya.

"Kami mendesak Komnas HAM untuk melakukan investigasi menyeluruh terkait pelanggaran hak warga," katanya.

Sementara itu aktivis Malang Corruption Watch (MCW), Lutfi J Kurniawan menduga pelaku penganiayaan adalah orang yang memiliki akses secara politik. Kasus pembunuhan Salim sudah terencana dan menjadi ancaman bagi mereka.

"Banyak sekali kasus pertambangan yang memunculkan masalah. Kasus ini tidak serta merta datangnya, tetapi sudah didesain, dilakukan secara berurutan. Ini dilakukan oleh orang yang mempunyai akses secara politis," katanya.

Baca juga:
Sadis, petani di Lumajang dibunuh di Balai Desa karena tolak tambang
Walhi sebut pembunuhan petani di Lumajang karena perusahaan bermain

Advertisement
(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.