LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Aksi solidaritas Salim Kancil, petani Jateng ruwatan di kejaksaan

Kondisi petani di Indonesia kian hari kian mengalami upaya diskriminasi dari kaum kapitalis terutama pengusaha.

2015-10-06 14:35:17
Salim Kancil Dibunuh
Advertisement

Ratusan petani yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Tani Jawa Tengah untuk Transparansi dan Kedaulatan Desa (ARAK SETAN DESA) menggelar aksi solidaritas terkait pembunuhan Salim Kancil dan penganiayaan Tosan yang dilakukan oleh pelaku penambangan ilegal.

Arak Setan Desa ini terdiri dari berbagai organisasi masyarakat di antaranya; Aliansi Petani Indonesia (API), Oemah Tani Batang, Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) Salatiga, SPPQT, Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), Gerakan Masyarakat Tembakau Indonesia (GEMATI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang, TRUKA JAYA Salatiga, SPN Pekalongan, Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) Batang, Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) Jawa Tengah.

Aksi yang diikuti sekitar 200 massa ini dimulai di Kawasan Air Mancur Kawasan Jalan Pahlawan Kota Semarang ini menuntut aparat kepolisian segera menyeret para pelaku dan otak kekerasan terhadap dua petani korban mafia pertambangan di Kawasan Pantai Watu Pecak, Pasirian, Kecamatan Lumajang, Jawa Timur itu hingga tuntas.

"Usut tuntas dalang dan otak serta pelaku di balik pembunuhan Salim Kancil," teriak salah satu petani di atas mobil komando, Rosikin, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (6/10) saat masa bergerak menuju di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah.

Rosikin menyatakan kekerasan yang dialami Salim Kancil dan Tosan merupakan bukti bahwa kondisi petani di Indonesia kian hari kian mengalami upaya diskriminasi dari kaum kapitalis terutama pengusaha yang hanya mementingkan keuntungan semata. Tanpa memikirkan dampak jika terjadi kerusakan lingkungan akibat penambangan yang serampangan serta tanpa izin.

"Dengan banyaknya persoalan yang dihadapi petani baik kasus tanah maupun kasus produksi. Tak sedikit pula dampak dari konflik agraria berujung pada kekerasan terhadap petani. Bahkan tak jarang yang meninggal seperti yang terjadi pada Salim Kancil saat ini," ungkap Rosikin.

Selain melakukan orasi, para petani dalam aksinya tersebut mendaulat seorang dukun atau paranormal untuk meruwat Kejati Jateng dengan duduk di atas mobil komando.

Aroma dupa dari asap pembakaran kemenyan yang dilakukan dukun atau paranormal yang sudah tua tersebut langsung menyebar disekitar kantor Kejati Jateng. Sehingga aksi tersebut menarik perhatian beberapa karyawan Kejati Jateng dan pegawai kantor lainya yang ada di sekitar Jalan Pahlawan seperti; Kantor Telkom yang ada di sebelah kiri kejaksaan dan Kantor Perhutani Jateng dan Pengadilan Negeri (PN) yang ada diseberang jalan.

Sesajian dari hasil tani yang diwujudkan dalam gunungan juga diarak sepanjang kurang lebih 200 meter dari titik kumpul masa aksi di Kawasan Air Mancur sampai ke Kantor Kejati Jateng di Jalan Pahlawan Kota Semarang, Jawa Tengah untuk menyempurnakan proses ruwatan.

Baca juga:
Ini hasil penyidikan lengkap polisi soal pembunuhan Salim Kancil
Menteri Marwan perintahkan aparat desa tutup tambang ilegal
Jaringan mafia di balik tambang pasir ilegal di Lumajang
Komisi III endus anggota DPRD ikut bermain di kasus tambang Lumajang
PAN usulkan Jokowi kasih Salim Kancil gelar pahlawan petani
Walhi sebut mafia China bermain pertambangan ilegal di Lumajang
KontraS: Ada 13 pelanggaran HAM dalam kasus Salim Kancil

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.