Akibat Pelayanan Bus Menuju Kualanamu Buruk, Tiket Pesawat se-Keluarga Hangus
Akibat Pelayanan Bus Menuju Kualanmu Buruk, Tiket Pesawat se-Keluarga Hangus. Haris menceritakan, keluarganya dijadwalkan terbang pada pukul 18.20 Wib. Agar tidak terlambat, mereka sudah tiba di loket taksi di Jalan Sutomo, Kota Pematang Siantar sekitar pukul 14.35 Wib
Sekeluarga asal Bekasi, Jawa Barat, kecewa dengan pelayanan bus dari Pematang Siantar menuju Bandara Kualanamu. Keluarga ini merasa pihak penyelenggara transportasi itu menyebabkan keterlambatan sehingga 7 tiket pesawat milik mereka hangus.
Adalah keluarga Haris Tampubolon (27) yang harus mengalami kerugian akibat ketinggalan pesawat dari Kualanamu menuju Halim Perdanakusuma, Jakarta pada Senin (10/6). Namun hingga kini pihak pengelola bus belum bersedia bertanggung jawab atas hangusnya tiket yang dibeli seharga Rp 12 juta itu.
Haris menceritakan, keluarganya dijadwalkan terbang pada pukul 18.20 Wib. Agar tidak terlambat, mereka sudah tiba di loket taksi di Jalan Sutomo, Kota Pematang Siantar sekitar pukul 14.35 Wib.
"Jam 15.45 kami disuruh naik ke bus yang besar," cerita Haris.
Mereka sempat ditanyai mandor mengenai jadwal terbang pesawatnya. Keluarga ini menyatakan pesawat mereka terbang pukul 18.20 Wib. Si mandor menyanggupi tiba di Kualanamu sebelum jam penerbangan.
Sekitar 15 menit berselang, bus besar itu bukannya berangkat. Mereka malah disuruh pindah ke bus berukuran lebih kecil.
"Sudah duduk keluargaku di bus yang besar, bukannya langsung berangkat malah di dipindahkan 15 menit kemudian ke bus kecil yang warna hijau," terangnya.
Kendaraan lebih kecil itu kemudian bergerak menuju Bandara Kualanamu. Namun, keluarga ini merasa waktunya kembali terbuang, karena sopir masih mengambil penumpang di pinggir jalan.
"Di Jalan Asahan mereka menaikkan penumpang. Menurut mandor, itu sewa resmi. Sampai di Tebing Tinggi turun cewek satu orang. Yang naik empat orang, satu cewek tadi turun di Tebing dia ngasih uang ke kernet bus. Kalau dia ngasih uang ke kernet berarti dia bukan sewa resmi dari loket," ucap Haris.
Sial tak dapat ditolak, bus yang mereka tumpangi mogok di jalan tol. Menurut Haris, perlu 20 menit untuk perbaikan. Setelah diperbaiki, bus itu pun tidak langsung berangkat. Padahal waktu semakin mepet.
Bus bahkan sempat dibawa keluar tol. Keluarga ini protes dan menyatakan pesawat mereka terbang pukul 18.20 Wib. "Barulah masuk tol lagi dan sampai ke Kualanamu 18.20 Wib pesawat sudah di landasan pacu," tambahnya.
Meski keluarga ini menyatakan sudah check in online, mereka tetap terlambat. Tujuh tiket dengan total harga Rp12 juta itu pun hangus.
Setelah kejadian itu, keluarga Haris 2 hari berturut-turut mendatangi pihak pengelola bus. Mereka menuntut pertanggungjawaban. Namun, pihak bus dinilai terus mengelak.
"Si mandor mengisyaratkan akan mengganti, tetapi yang diganti hanya tiket dari Siantar ke Kualanamu dan tiket (pesawat) kami dia tidak mau tahu. Kami sudah dua hari datang kemari dengan iktikad baik tanpa mau ada keributan," terangnya.
Jika pihak bus tidak menunjukkan niat baiknya, Haris menyatakan pihaknya akan melaporkan kejadian ini kepada Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) dan Menteri Perhubungan.
Bus dari Pematang Siantar tujuan Kualanamu ini bukan baru kali ini bermasalah. Tahun lalu, seorang ibu viral di media sosial karena nekat melarikan bus menuju bandara karena sopirnya terlalu lama berangkat.
Baca juga:
5 Bandara Ini Makin Sepi Akibat Mahalnya Harga Tiket Pesawat
Harga Tiket Melambung, Penumpang di Bandara Kualanamu Turun Drastis
Jelang Uji Laik, Tol Sei Rampah-Tebing Tinggi Ditutup Malam Ini
Djarot Bilang SBY Tak Bangun Apa-Apa di Sumut, Ini Faktanya
Pajak Bandara Kualanamu Naik, Domestik jadi Rp 100.000 Internasional Rp 230.000
Simpan Sabu di Sepatu, Calon Penumpang Batik Air Ditangkap Petugas Bandara Kualanamu