LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Akibat bau busuk limbah pabrik, siswa SD di Sukoharjo harus pakai masker

Bau busuk menyengat yang berasal dari limbah pabrik di Kecamatan Nguter, Sukoharjo, Jawa Tengah membuat puluhan siswa SD Negeri II Plesan harus mengenakan penutup hidung (masker) saat mengikuti proses belajar mengajar, Jumat, (12/1). Kondisi tersebut sudah berulang kali terjadi.

2018-01-13 04:06:00
Pendidikan Indonesia
Advertisement

Bau busuk menyengat yang berasal dari limbah pabrik di Kecamatan Nguter, Sukoharjo, Jawa Tengah membuat puluhan siswa SD Negeri II Plesan harus mengenakan penutup hidung (masker) saat mengikuti proses belajar mengajar, Jumat, (12/1). Kondisi tersebut sudah berulang kali terjadi.

Antok, warga setempat menyebut, bau tersebut berasal dari limbah PT Rayon Utama Makmur (RUM) yang ada tak jauh dari lokasi sekolah. Limbah pabrik rayon atau serat tekstil sintetis itu juga mengganggu warga, bahkan beberapa waktu lalu warga sempat mengungsi.

"Kasihan kalau melihat anak-anak. Ini pasti sangat mengganggu kegiatan belajar. Mereka harus memakai masker untuk mengurangi bau busuk yang sangat mengganggu. Bau ini berasal dari PT. RUM yang sudah berulang kali terjadi di lingkungan kami," ujarnya.

Advertisement

Tidak hanya siswa, para guru dan karyawan sekolah juga mengenakan masker. Warga khawatir jika bau yang dihirup para siswa tersebut bisa berakibat buruk bagi kesehatan mereka di kemudian hari.

Selain SD Negeri II Plesan, sejumlah sekolah juga terdampak bau asap mirip tinja yang dikeluarkan PT RUM. Di antaranya SD Atakwa, SD Negeri I Plesan dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nguter. Akibatnya proses kegiatan belajar mengajar terganggu.

"Kami berharap bau busuk ini bisa segera hilang, kasihan anak-anak. Ya kalau tidak beracun, kalau beracun dan ada efek jangka panjang, siapa yang bertanggungjawab?" ungkapnya kesal.

Advertisement

Sementara itu dari pihak PT. RUM hingga pertemuan terakhir (9/1) kemarin belum bisa memberikan kepastian kapan bau tersebut bisa hilang. Bahkan ada sejumlah rekomendasi dan usulan untuk mengurangi bau tersebut juga belum terealisasi.

Baca juga:
Soal gaji guru DKI Rp 31 juta, Sandiaga salahkan kadis pendidikan
Anggapan pendidikan tidak penting penyebab kemiskinan masih tinggi di Indonesia
Sri Mulyani harap perguruan tinggi fokus ciptakan tenaga kerja berkompeten
Potret pilu SMA negeri di Serang hancur lebur, nasib siswa terbengkalai
Sengketa lahan berakhir, murid SD di Mojokerto kembali belajar di kelas

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.