LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Akbar Tanjung sebut demokrasi Indonesia kebablasan

Akbar Tanjung sebut demokrasi Indonesia kebablasan. Menurut Akbar, sistem demokrasi di Indonesia sudah cukup teruji dan telah melalui perjalanan cukup panjang. Yang paling penting bagaimana pemerintah memperbaiki kondisi ini.

2017-02-23 20:13:36
Akbar Tanjung
Advertisement

Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut bahwa iklim demokrasi di Indonesia sudah kebablasan mendapat kritikan dari politikus senior Partai Golkar, Akbar Tanjung.

Saat ditemui di Solo, Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar itu mengatakan, proses demokrasi di Indonesia dinilai harus dilakukan perbaikan.

"Kita mengalami trial and error yang bisa juga dikatakan kebablasan atau sebutan yang lain. Yang paling penting bagaimana kita memperbaiki kondisi ini. Semua tentu harus melalui mekanisme Undang-Undang karena kita adalah negara hukum," ujar Akbar kepada wartawan di sela menghadiri pengukuhan Ketua Komisi Yudisial (KY) Prof Dr Aidul Fitriciada Azhari sebagai Guru Besar Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Solo, Kamis (23/2).

Menurut Akbar, sistem demokrasi di Indonesia sudah cukup teruji dan telah melalui perjalanan cukup panjang. Ia menilai sistem demokrasi di Indonesia juga berbasis kepada Pancasila dan konstitusi, yang menyatakan sebagai negara hukum, bukan negara kekuasaan.

"Tetapi dalam prosesnya, demokrasi kita digambarkan seolah-olah ada kebebasan yang berlebihan. Sehingga muncul istilah kebablasan seperti yang diucapkan Pak Jokowi (Joko Widodo)," ungkapnya

Namun, lanjut dia, proses tersebut dinilai hanya sebatas adanya uji coba dan gagal, sehingga harus kembali ke jalur yang benar.

"Ada kekeliruan dan harus dilakukan perbaikan sesuai aturan yang ada," tandasnya.

Akbar mencontohkan, sistem demokrasi Indonesia yang terlalu bebas, seingga memunculkan partai politik yang cukup banyak, namun tidak ada dampak positif di masyarakat. Kondisi demokrasi saat ini, lanjut dia, membuka peluang terjadinya artikulasi politik ekstrem yang bertentangan dengan Pancasila.

"Penyimpangan praktik demokrasi secara jelas terlihat dari persoalan politisasi SARA," pungkas Akbar.

Baca juga:
Presiden Jokowi: Demokrasi kita kebablasan
Jokowi blak-blakan akui demokrasi di Indonesia sudah kebablasan
Sebut demokrasi kebablasan, Jokowi diminta koreksi diri sendiri
Demokrasi kebablasan yang malah sudutkan Jokowi
Soal demokrasi kebablasan, Fadli Zon sindir Jokowi mirip pengamat

Advertisement
(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.