LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

AJI nilai pemberitaan soal LGBT di Indonesiaa masih berat sebelah

AJI nilai pemberitaan soal LGBT di Indonesiaa masih berat sebelah. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta menilai masih banyak pemberitaan media di Indonesia yang masih bias gender. Hal itu terutama terlihat dalam pemberitaan seputar LGBTIQ (lesbian, bisexsual, guy, transgender, intersex, queer).

2016-11-22 03:09:00
LGBT
Advertisement

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta menilai masih banyak pemberitaan media di Indonesia yang masih bias gender. Hal itu terutama terlihat dalam pemberitaan seputar LGBTIQ (lesbian, bisexsual, guy, transgender, intersex, queer).

"Media masih memposisikan mereka sebagai orang menyimpang di luar norma masyarakat kita," ujar Koordinator Divisi Perempuan AJI Jakarta, Raisya Maharani, dalam diskusi perspektif gender yang diselenggarakan United Nations Information Centre, Senin (21/11).

Bahkan selama tahun 2015 AJI Jakarta melakukan penelitian pemberitaan dengan mengambil 20 sampel yang berasal dari media cetak dan online nasional periode 15 Juli-20 Agustus. Hasilnya muncul 113 pemberitaan yang didominasi online sebanyak 107 berita (86,99 persen), sementara media cetak hanya 16 berita (13,01 persen).

Dalam penelitiannya media terlihat masih minim memberitakan konten yang terkait dengan isu gender dan LGBTIQ. Media masih banyak menggunakan kata-kata yang bombastis dalam menggambarkan korban dan seolah-olah menyalahkan korban.

"Penelitian ini menjadi acuan AJI Jakarta, Komnas Perempuan dan Dewan Pers untuk membuat buku panduan peliputan khusus tentang isu perempuan," ujar dia.

Diharapkan dengan adanya ini bisa membuat media lebih hati-hati terhadap pemberitaan berdasarkan gender perspektif.

Baca juga:
Khofifah sebut Indonesia belum aman karena kaum LGBT marak & terbuka
Indonesia dan 17 negara tolak naskah pengakuan hak LGBT di PBB
Bebas 'berkeliaran' di medsos, aplikasi gay ini berani buka loker?
Calon hakim agung ini tegas tolak perkawinan sejenis
Kaum LGBT ngaku sering didiskriminasi penegak hukum

(mdk/tyo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.