Ahli Patologi forensik RSCM: Mirna matinya bukan karena sianida
"Pada orang normal saja, kita periksa darah, lambung kita pasti ada sianida."
Ahli Patologi Forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Djadja Surya Atmadja menerangkan proses masuknya sianida yang masuk ke dalam tubuh lewat cairan. Djadja mengatakan, apabila sianida masuk lewat mulut ke lambung ada beberapa detoksifikasi yang terjadi dalam tubuh secara alamai sebelum sampai ke lambung.
"Ada mekanisme detoksifikasi, penghancuran sianida supaya enggak beracun. Karena di samping kita banyak sianida, dari orang ngerokok, bakar sampah, di kopi ada sedikit. Karena Tuhan beri enzim rodanasi di dalam liver. Itu lari ke hati dihancurkan enzim CN. Oleh rodanase jadi tiosianat," kata Djadja di hadapan majelis hakim di ruang sidang Koesoemah Atmadja 1 Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (7/9).
Namun, ahli yang juga mendalami toksikologi terkait pestisida dan sianida itu juga mengatakan enzim rodanase tidak akan berfungsi bila kadar sianida terlampau banyak.
"Kalau kebanyakan rodanase tidak mampu menghancurkan tadi. Di lambung harus ada sianida banyak yang mematikan. Kedua di liver harus ada sianida. Karena proses detoksiofikasi terjadi, harus ada tiosianat di hati dan urin. Kalau keracunan sianida lazim, di lambung harus ada sianida, di liver ada tiosianat, urin ada sianida, liur juga harus ada," terang Djadja.
Hasilnya pada barang bukti 4 yakni cairan lambung tidak ada sianida. Karenanya dia memastikan Mirna bukan meninggal karena sianida.
"Matinya bukan karena sianida pak. Pada orang normal saja, kita periksa darah, lambung kita pasti ada sianida. Makanya tuhan beri enzim rodanase. Ada sianida sedikit tidak apa-apa. Kalau masuk begitu banyak sehingga sianida meracuni tubuh kalau dia tidak ada di lambung, artinya enggak ada sianida di lambung. Di liver harus ada sianida dan tiosianat. Kalau sempet masuk ginjal, di urine mesti ada tiosianat," jelas Djadja.
Djadja mengaku telah mempelajari racun sianida sejak tahun 1992-1995. Dia mengatakan, telah memeriksa 332 tubuh manusia dengan berbagai gen. Dia juga mengaku bisa mencium sianida.
"Saya dapatkan 84 persen bisa cium sianida. Itu nilainya lebih tinggi dari literature. Saya dari penelitian itu juga dapatkan ada 1 PPN, 1 miligram per liter, itu bisa dicium sama orang yang ada gennya. Kalau saya buat 10 PPN, mahasiswa saya pada mabok. Tapi saya enggak takut karena itu masih bisa dinetralisir," ujarnya.
"Kalau orang keracunan sianida, orang masuk UGD, sianida harus banyak. Yang bisa bikin mati itu 150-250 miligram. Kalau 150 miligram masuk 1 liter kadarnya 150 per liter kalau ada di dalam hormone periksa UGD, dokter pasti akan jatuh. 10 miligram saja bisa bikin orang teler. Banyak dokter UGD bisa jatoh disitu karena racun. Kalau memag ada baunya pasti kecium," tutupnya.
Baca juga:
Ahli Patologi sebut harusnya jenazah Mirna diautopsi
Otto Hasibuan curiga gambar CCTV yang rekam Jessica dipotong
Ketika sidang Jessica jadi tugas sekolah anak SMA
JPU bakal analisa keterangan saksi Jessica karena ada pencekalan
Saksi Jessica sempat duga Mirna stroke, tapi lihat ada busa di mulut
Sebelum Mirna datang, direktur KIA lihat Jessica bertelepon
Direktur PT KIA Mobil Indonesia jadi saksi di sidang Jessica