Ahli: Covid-19 Bisa Akibatkan Penyakit Jantung
Pertama, pasien Covid-19 mengkonsumsi obat-obatan saat menjalani perawatan di fasilitas kesehatan.
Ahli Jantung di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Isman Firdaus, mengatakan seseorang yang terkena Covid-19 bisa mengalami penyakit jantung. Ada dua hal yang menyebabkan gangguan jantung terjadi pada pasien Covid-19.
Pertama, pasien Covid-19 mengkonsumsi obat-obatan saat menjalani perawatan di fasilitas kesehatan.
"Sebagian besar pasien kita kasih obat akhirnya ada gangguan distrik jantung pada saat perawatan. Salah satu bisa karena covidnya sendiri bisa karena obat-obatan. Paling sering karena obat-obatan," katanya dalam diskusi virtual yang disiarkan melalui YouTube BNPB Indonesia, Kamis (3/12).
Kedua, akibat inflamasi atau peradangan pada paru. Inflamasi paru ini menyebabkan kadar oksigen darah berkurang sehingga pasien Covid-19 mengalami sindrom happy hypoxia.
"Nah kekurangan kadar oksigen darah yang kita sebut hypoxia itu dapat mempengaruhi banyak. Salah satunya bisa terjadi cedera pada jantung," sambungnya.
Menurut Isman, pasien Covid-19 yang mengalami sindrom happy hypoxia umumnya pompa jantungnya menurun. Selain itu, pembuluh darah pasien tersebut mengisut terutama pada paru-paru.
"Sehingga dampaknya jantung kanan kerjanya kurang karena dia dari paru ke jantung kanan. Makanya beberapa kali diukur fungsi jantung (pasien) berkurang karena hypoxia yang berkepanjangan," jelasnya.
Baca juga:
238 Mahasiswa Politeknik Transportasi Darat Bali Positif Corona
2.000 Buruh di Kabupaten Bekasi Jalani Tes Usap Massal
Reaktif Covid-19, 30 Personel Polda Jateng Jalani Isolasi Mandiri
Dokter: 30 Persen Pasien Covid-19 Mengalami Penurunan Fungsi Paru
Wali Kota Serang akan Panggil Camat Terkait Kerumunan di Turnamen Kerbau Cup
Fenomena Long Covid-19 Bisa Muncul pada Semua Pasien yang Sembuh