Agar dapat duit, pria di Samarinda keliling masjid sebut mau jadi mualaf
Keterangan diperoleh, warga mendapatkan informasi, ada seorang warga masuk Islam di sebuah masjid. Awalnya, tanpa curiga, dan warga senang mendengar kabar itu.
Fransiskus Molan alias Franky (35), bikin emosi warga Jalan KH Abdu Muthalib, Samarinda, Kalimantan Timur, siang tadi. Dia dihajar warga, setelah warga menudingnya telah melakukan penipuan, lantaran berulang kali masuk Islam, yang bertujuan untuk memuluskan jalannya mendapatkan uang dari ustaz dan jemaat masjid.
Keterangan diperoleh, warga mendapatkan informasi, ada seorang warga masuk Islam di sebuah masjid. Awalnya, tanpa curiga, dan warga senang mendengar kabar itu.
Namun belakangan, setelah melihat yang masuk Islam itu adalah Franky, warga pun jadi emosi. Sebab, warga tahu, Franky ternyata berkeliling dari masjid ke masjid, untuk menyatakan diri memeluk Islam.
"Dia datang ke masjid, untuk berpindah agama dari Katolik, ke agama Islam. Tapi, ada tujuan lain dari itu," ujar Kasubbag Humas Polresta Samarinda Ipda Danovan, kepada wartawan, Kamis (19/10).
"Ternyata, setelah dia masuk Islam, dia lalu meminta uang kepada ustaz dan orang lain yang ada di dalam masjid. Warga emosi, dan dia dikeroyok massa," ujar Danovan.
Beruntung, keributan massa menghakimi Franky, segera diketahui kepolisian, yang bergegas mengamankannya dari amukan massa yang berkelanjutan.
"Oleh personel, dibawa ke Polsekta Samarinda Ilir. Di situ, dia diinterogasi. Dia mengaku sudah melakukan aksinya itu, sejak tahun 2016 mulai dari Tenggarong (di Kabupaten Kutai Kartanegara)," ungkap Danovan.
Untuk di Tenggarong, lanjut Danovan, uang yang berhasil didapatkan usai menyatakan diri masuk Islam, adalah rata-rata Rp 200.000. Sampai saat ini, Franky masih diamankan di Polsekta Samarinda Ilir.
"Yang dilakukan saat ini adalah mengungkap kemungkinan komplotannya. Keterangannya tentu masih didalami ya," demikian Danovan.
Dari kondisi fisik, terlihat luka dan memar di bagian wajah Franky. Dia tidak bisa berkutik, saat polisi membawanya ke Polsekta Samarinda Ilir. Sementara ini, dia meringkuk di sel Polsekta Samarinda Ilir.
(mdk/rhm)