LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Adik Atut bergelimang mobil mewah, rakyat Banten hidup susah

Ironis, saat rakyat Banten butuh sentuhan pembangunan, para pejabatnya bergelimang harta.

2013-10-04 07:24:00
Adik Atut Ditangkap
Advertisement

Deretan problem pembangunan masih melanda Provinsi Banten. Dalam dokumen Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Gubernur Banten 2012 yang disampaikan oleh Rano Karno, di ruang rapat paripurna DPRD Banten, Senin (29/4) lalu, dijelaskan bahwa target Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan target Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Provinsi Banten pada tahun 2012 tidak tercapai.

Diuraikan bahwa IPM sebenarnya sebesar 72,88 persen namun hanya terealisasi 71,22 persen. Sedangkan target LPE antara 6,50 - 6,80 persen hanya tercapai 6,15 persen.

Laporan lain dari Dinas Kesehatan Banten, balita penderita gizi buruk di Banten masih cukup tinggi yakni sekitar 7.213 balita dan balita gizi kurang mencapai 53.680 balita, dari jumlah total balita di Banten pada 2012 sebanyak 1.124.758 balita.

Namun demikian, muncul berita yang bertolak belakang tentang kehidupan keluarga Gubernur Banten Ratu Atut yang bergelimang harta. April lalu, rumah Dinas Gubernur Banten yang dibangun sejak 2011 lalu dan menelan biaya Rp 16,14 miliar dilaporkan dalam kondisi rusak. Padahal, rumah dinas tersebut hingga kini belum ditempati Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dengan alasan yang tidak jelas.

Sangat disayangkan, Ratu Atut lebih memilih menempati rumah pribadi yang dikontrak Pemprov Banten seharga Rp 250 juta per tahun. Selama kepemimpinannya, uang negara yang dihabiskan untuk biaya rumah dinas mencapai Rp 1,750 miliar.

Pilihan Ratu Atut untuk tidak menempati rumah dinas dan memilih menempati rumah yang disewa tersebut sangat disesalkan. Pilihan tersebut melukai perasaan masyarakat Banten. "LBH Keadilan meminta agar Ratu Atut segera menempati rumah dinas tersebut," demikian suara dari salah satu LSM di Banten.

Belakangan muncul lagi berita mengejutkan tentang adik Ratu Atut, Tubagus Chaeri Wardana. Dia ditangkap KPK karena tuduhan suap sengketa Pilkada ke pejabat MK. Dalam penggeledahan di rumahnya Jl Denpasar, ditemukan belasan mobil mewah.

Penyidik KPK membongkar semua sudut rumah Tubagus yang terletak di Jalan Denpasar IV Nomor 35, Jakarta Selatan. Tak lupa, penyidik juga menggeledah isi garasi rumah tersebut.

Pantauan merdeka.com, Kamis (3/10), isi garasi Tubagus terdiri dari 11 mobil mewah dan satu motor Harley Sport. Mobil tersebut berupa satu Nissan GTR warna putih, Lamborghini Aventador dengan nopol B 888 WHN berwarna putih.

Kemudian, dua Ferrari berwarna merah, Sedan Lexus B 888 ARD, Satu Toyota Camry, satu Rolls-Royce, Bentley, dua Land Cruiser, Kijang Innova dan Harley Sport. Jadi, total kendaraan yang dimiliki suami dari Wali kota Tangerang Selatan Airin Rachma Diany berjumlah 11 mobil dan satu motor.

Ironis, saat rakyat Banten butuh sentuhan pembangunan, para pejabatnya bergelimang harta.

Baca juga:
Ini rincian harga mobil mewah adik Atut, total Rp 39 Miliar
Ruhut: Korupsi Dinasti Atut, bukan rahasia umum
11 Mobil di garasi suami Airin: Ferrari, Bentley dan Lamborghini
Ini deretan mobil mewah di rumah adik Ratu Atut
Suami Airin kerap menggeber mobil mewahnya di malam hari

(mdk/has)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.