LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ada mafia gading, puluhan gajah di Aceh mati dibantai

Kebanyakan gajah tewas di Aceh hilang gadingnya, hal ini membuat dugaannya adanya mafia gading gajah di Aceh makin kuat.

2014-11-25 13:22:03
Satwa Indonesia
Advertisement

Angka kematian gajah (Elephas maximus sumatranus) di Aceh sudah tergolong memprihatinkan. Tercatat dalam dua tahun terakhir sudah 28 gajah di Aceh mati. Dari semua kasus tersebut belum ada satu kasus pun yang masuk ke pengadilan.

Staf Komunikasi WWF Aceh, Chik Rini mengatakan, dua tahun terakhir ini konflik satwa gajah dengan manusia terus terjadi peningkatan dan semakin memprihatinkan. Pada tahun 2013 gajah tewas di Aceh sebanyak 14 ekor, besar kemungkinan pada tahun 2014 ini akan terus meningkat.

"Tahun 2014 sampai November sudah tewas gajah sebanyak 14 ekor, kemungkinan ini akan terus terjadi kalau tidak dilakukan antisipasi atau pencegahan," kata Chik Rini, Selasa (2/11) di Banda Aceh.

Sejak Januari 2014 terdapat 2 ekor gajah tewas, April 2 ekor di Aceh Barat kehilangan gading, September 5 ekor di Aceh Timur 4 ekor dan Krueng Sabe, Aceh Jaya satu ekor.

Kemudian bulan Mie-Juni 2014 ditemukan 3 bangkai gajah di Leuser, Aceh Tenggara yang sudah membusuk, bulan Oktober satu ekor di Pusat Pelatihan Gajah (PLG) Sare, Aceh tewas karena sakit dan pada bulan November ada 2 ekor gajah yang tewas secara mengenaskan.

Menurut Chik Rini, kebanyakan gajah tewas di Aceh hilang gadingnya. Hal ini membuat dugaannya adanya mafia gading gajah yang sedang beroperasi di Aceh semakin kuat. Hal ini menyusul ditemukan gajah yang tewas kehilangan gadingnya.

"Hal lain yang memprihatinkan adalah gajah yang tewas itu karena tersetrum listrik, karena petani kebun memasang listrik, ini kerap terjadi seperti di Aceh Tenggara, Pidie dan juga Aceh Jaya, jadi dinas terkait untuk mengingatkan warga tidak memasang setrum listrik," terangnya.

Semakin meningkatkannya konflik gajah dengan manusia menurut Chik Rini ada beberapa faktor. Faktor utama disebabkan terjadi kerusakan koridor satwa, di mana lokasi tersebut tempat melintas satwa, termasuk gajah.

Selain itu juga terjadi putus koridor satwa akibat dari penambangan liar, ilegal logging dan juga ikut menyumbang karena terjadi pembukaan pemukiman baru seperti translokal dan juga pembukaan perkebunan sawit.

"Adanya translokal yang membuka pemukiman baru itu ikut menyumbang terjadi konflik satwa, sehingga koridor terputus dan rusak, sehingga gajah sering mengganggu warga," jelasnya.

Kata Chi Rini, kalau ini tidak segera diatasi, dikhawatirkan akan muncul gajah soliter, kelompok gajah yang lebih besar mengganggu dan terjadi konflik satwa yang lebih parah.

"Sekarang itu kelompok gajah kecil yang terpisah dari gajah soliter terjadi konflik dengan manusia, kalau gajah soliter itu terus terdesak dan satwanya diganggu, ini konflik gajah di Aceh semakin parah," tutupnya.

Baca juga:
Tragis, 6 ekor gajah di Aceh tewas dibantai selama 3 bulan ini
Lintasan rusak, 10 Gajah mengamuk ratakan kebun warga Aceh Jaya
Gajah betina yang mati di Aceh Jaya diduga kesetrum
Gajah betina ditemukan tewas mengenaskan di hutan Aceh Jaya
Kehidupan kawanan gajah Sumatera di Way Kambas

(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.