Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Lintasan rusak, 10 Gajah mengamuk ratakan kebun warga Aceh Jaya

Lintasan rusak, 10 Gajah mengamuk ratakan kebun warga Aceh Jaya Gajah Sumatera di Way Kambas. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Konflik satwa dengan manusia di Kabupaten Aceh Jaya seperti tidak pernah berakhir. Bahkan tidak hanya di sana, tetapi hampir terjadi di beberapa kabupaten di Aceh.

Pada hari Kamis (20/11) di Desa Panga Pucok, Kecamatan Panga, Kabupaten Aceh Jaya, ada 10 ekor gajah mengamuk dan merusak perkebunan warga dan merusak dua buah gubuk milik petani.

Kepala Desa Panga Pucuk, Sulaiman Majid, menjelaskan selama ini warga sering mendapatkan ancaman amukan gajah liar dan merusak kebun warga. Pada hari Kamis, Sulaiman mengaku ada 10 ekor gajah sudah dua hari berada di perkebunan warga di desanya.

"Ini sudah sangat sering terjadi, gajah liar mengamuk dan merusak kebun warga dan ini sangat meresahkan warga," kata Sulaiman Majid, Jumat (21/11).

Sulaiman menyebutkan, selama ini gajah-gajah liar itu telah banyak merusak kebun warga. Ada sekitar 1 hektare lebih kebun pisang diratakan oleh kawanan gajah liar itu.

Kemudian juga sedikitnya ada 3 hektare tanaman padi darat (padi yang ditanam dalam kebun) juga ikut dirusak oleh gajah tersebut. "Kebun karet juga ditumbangkan oleh kawanan gajah liar itu," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Genman S Hasibuan mengatakan konflik satwa gajah ini akan terus terjadi dan meningkat. Sebab pemerintah sedang melakukan pengalihan fungsi kawasan di luar hutan untuk membangun infrastruktur jalan.

"Ini faktor ada pengalihan fungsi kawasan di luar hutan untuk membangun jalan, jadi kami berharap kepada pemerintah daerah dalam membangun infrastruktur jalan tidak mengganggu lintasan satwa di Aceh," ujarnya. (mdk/mtf)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP