Ada jentik nyamuk DBD di rumah, warga Semarang bisa dipenjara
Perda Nomor 5 Tahun 2010 juga menyebutkan, warga bisa dikenakan denda Rp 50 juta.
Sejumlah wilayah di Indonesia dilanda wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) yang sudah mulai menelan korban jiwa di beberapa daerah. Untuk menekan angka penderita demam berdarah di Kota Semarang, Jawa Tengah, petugas Kecamatan Semarang Barat melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di pemukiman penduduk.
Puluhan petugas Kecamatan, Puskesmas dan masyarakat Jumat melakukan pembersihan sarang nyamuk di tempat-tempat penampungan air di wilayah Bongsari, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang. Dari hasil pemantauan didapati jentik nyamuk Aedes Aegypti di penampungan air rumah warga. Petugas memberikan pengarahan bahaya yang mengintai dari penampungan air yang jadi tempat nyamuk Aedes Aegypti berkembang biak.
Kepala Kecamatan Semarang Barat Muhammad Kadik juga memberikan sosialisasi tentang Perda Nomor 5 tahun 2010 tentang penanganan demam berdarah. Di dalamnya berisi sanksi bagi warga yang mengabaikan kebersihan lingkungan rumah dan membiarkan jentik nyamuk berkembang biak.
"Sesuai dengan Perda Nomor 5 Tahun 2010 bahwa jika diketahui ada jentik di rumah penduduk maka yang bersangkutan akan dikenai hukuman berupa kurungan penjara selama tiga bulan atau denda Rp 50 juta," tegas Camat Semarang Barat Muhammad Kadik di Semarang, Jumat (5/2).
Munculnya Perda tentang pemberantasan sarang nyamuk didukung masyarakat dan disetujui DPRD Kota Semarang. Terlebih tujuannya untuk menekan angka penderita DBD di Kota Semarang. Yopianto, salah seorang warga Bongsari, Kecamatan Semarang Barat, mendukung kegiatan pemberantasan sarang nyamuk.
"Selain itu juga, Perda bertujuan untuk menjaga kebersihan lingkungan dari bibit dan sarang penyakit," ungkapnya.
Adanya kegiatan PSN yang dilakukan secara serentak ini, diharapkan mampu menggugah masyarakat untuk selalu membersihkan penampungan air yang menjadi tempat nyamuk Aedes Aegypti berkembang biak.
Baca juga:
355 Warga Tangerang terkena DBD, Pemkab keluarkan status KLB
Ahok: Kalau banyak minta fogging berarti lurahnya kurang gencar
Ahok klaim penderita demam berdarah di DKI tahun ini menurun
Wakil Gubernur Jatim sebut 2.114 warganya terjangkit DBD