Ada dalang di balik pembuangan kakek dari ambulans?
Sesuai prosedur, perawat tidak mungkin akan melakukan tindakan tersebut tanpa menerima instruksi dari atasannya.
Beberapa kalangan meyakini ada dalang di balik kasus pembuangan kakek dari ambulans di jalan beberapa waktu yang lalu di Lampung. Dalam kasus ini pihak kepolisian berhasil menangkap lima pelaku, satu di antaranya perawat RSUD A Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung.
Menurut Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bandar Lampung Boy Zaghlul Zaini, sesuai prosedur, perawat tidak mungkin akan melakukan tindakan tersebut tanpa menerima instruksi dari atasannya. Apalagi, pasien itu dibuang melibatkan beberapa pegawai rumah sakit lainnya.
"Pasti ada dalangnya di balik kasus ini. Logikanya, perawat tidak bakal berani tanpa diperintah. Siapa dalang atau otak pelakunya, ini yang kita tunggu perkembangan kasusnya," ungkapnya saat dihubungi merdeka.com, Jumat (31/1).
Untuk itu, pihaknya mendesak kepolisian mengusut tuntas pelakunya. Sebab, kasus ini telah mencederai instansi kesehatan dan melanggar hak asasi manusia yang berhak menerima layanan kesehatan dari negara. "Siapapun dalangnya, polisi harus mengungkapnya," tegasnya.
Zaghlul juga menyoroti sikap RS A Dadi Tjokrodipo yang salah melakukan tindakan terhadap pasien yang diduga mengalami gangguan jiwa itu dengan dirujuk ke RSUD Abdul Muluk. Sebab, rumah sakit itu tidak memiliki layanan bagi pasien yang seperti itu.
"Saya sudah heran dari awal, kenapa orang gila dirujuk ke RSUD Abdul Muluk. Padahal kan sudah ada rumah sakit jiwa di Lampung. Ini tindakan yang jelas salah," ujarnya.
"Jika pun pasien itu orang terlantar, kan bisa koordinasi dengan Dinas Sosial, biar bisa diurus. Jangan karena tidak ada yang menanggungnya lalu dibuang begitu saja. Ini tidak manusiawi," sambungnya.
Seperti diketahui, Kamis (30/1) kemarin, polisi membekuk lima pelaku yang membuang kakek Edi dari ambulans di sebuah gardu di Sukadanaham, Tanjung Karang Barat, Lampung beberapa waktu yang lalu.
Kelima tersangka adalah dengan inisial M (sopir ambulans), B (perawat), R (juru parkir), serta A dan D (cleaning service). Semuanya merupakan karyawan Rumah Sakit A Dadi Tjokorodipo Bandar Lampung.
Baca juga:
Teka-teki tersisa usai terbongkarnya kakek dibuang dari ambulans
RSUD Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung disebut sering buang pasien
Kongkalikong perawat dan sopir ambulans buang kakek di Lampung
3 Misteri masih menyelimuti kasus kakek dibuang dari ambulans
5 Fakta kakek dibuang ambulans tewas mengenaskan