Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Teka-teki tersisa usai terbongkarnya kakek dibuang dari ambulans

Teka-teki tersisa usai terbongkarnya kakek dibuang dari ambulans ambulan. shutterstock

Merdeka.com - Kamis (30/1) kemarin, polisi membekuk lima pelaku yang membuang kakek Edi dari ambulans di sebuah gardu di Sukadanaham, Tanjung Karang Barat, Lampung beberapa waktu yang lalu.

Kelima tersangka adalah dengan inisial M (sopir ambulans), B (perawat), R (juru parkir), serta A dan D (cleaning service). Semuanya merupakan karyawan Rumah Sakit A Dadi Tjokorodipo Bandar Lampung.

Namun kasus ini belum terungkap tuntas. Masih ada teka-teki yang menyelimuti seperti dirangkum merdeka.com:

Adakah dalang?

rev3Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Beberapa kalangan meyakini ada dalang di balik kasus pembuangan kakek dari ambulans di jalan beberapa waktu yang lalu di Lampung. Dalam kasus ini pihak kepolisian berhasil menangkap lima pelaku, satu di antaranya perawat RSUD A Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung.Menurut Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bandar Lampung Boy Zaghlul Zaini, sesuai prosedur, perawat tidak mungkin akan melakukan tindakan tersebut tanpa menerima instruksi dari atasannya. Apalagi, pasien itu dibuang melibatkan beberapa pegawai rumah sakit lainnya."Pasti ada dalangnya di balik kasus ini. Logikanya, perawat tidak bakal berani tanpa diperintah. Siapa dalang atau otak pelakunya, ini yang kita tunggu perkembangan kasusnya," ungkapnya saat dihubungi merdeka.com, Jumat (31/1).

Kenapa tidak dirujuk ke RS Jiwa?

dirujuk ke rs jiwa rev3Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bandar Lampung Boy Zaghlul Zaini juga menyoroti sikap RS A Dadi Tjokrodipo yang salah melakukan tindakan terhadap pasien yang diduga mengalami gangguan jiwa itu dengan dirujuk ke RSUD Abdul Muluk. Sebab, rumah sakit itu tidak memiliki layanan bagi pasien yang seperti itu."Saya sudah heran dari awal, kenapa orang gila dirujuk ke RSUD Abdul Muluk. Padahal kan sudah ada rumah sakit jiwa di Lampung. Ini tindakan yang jelas salah," ujarnya."Jika pun pasien itu orang terlantar, kan bisa koordinasi dengan Dinas Sosial, biar bisa diurus. Jangan karena tidak ada yang menanggungnya lalu dibuang begitu saja. Ini tidak manusiawi," sambungnya.

Siapa pelaku lainnya?

lainnya rev3Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Setelah berhasil meringkus perawat RSUD A Dadi Tjokorodipo Bandar Lampung dan empat pegawai lainnya, polisi masih memburu beberapa pelaku lain yang turut terlibat.Kapolsek Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung Kompol Ketut Suryana, Sik, SH mengungkapkan, pihaknya tengah mendalami kasus ini secara intensif."Kemungkinan pelakunya masih ada. Tapi untuk mengetahuinya setelah pelaku diperiksa nanti," ujar Ketut kepada merdeka.com, Kamis (30/1).Ditanya apakah ada keterlibatan pimpinan rumah sakit tersebut dalam kasus ini, Ketut belum bisa berkomentar banyak.

Namun, kata dia, dari hasil penyelidikan terungkap, ambulans yang digunakan pelaku untuk membuang pasien malang itu milik RSUD A Dadi Tjokorodipo dengan nomor polisi BE 2472 AZ."Belum tahu kalau soal itu, karena pelakunya saja belum diperiksa. Yang pastinya ambulans itu memang milik RSUD A Dadi Tjokorodipo," tegasnya.

Apa peran juru parkir dan cleaning service?

juru parkir dan cleaning service rev3Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Setelah melakukan penyelidikan selama beberapa hari, polisi akhirnya berhasil meringkus pelaku yang membuang kakek dari ambulans di sebuah gardu di Sukadanaham, Tanjung Karang Barat, Lampung, Selasa (21/1) lalu hingga meninggal dunia keesokan harinya di Rumah Sakit Abdul Muluk Lampung.Kapolsekta Tanjung Karang Barat, Lampung AKP I Ketut Suryana mengungkapkan, saat ini ada lima pelaku yang dibekuk petugas gabungan dari Polda Lampung dan Polresta Tanjung Karang Barat, yakni dengan inisial M (sopir ambulans), B (perawat), R (juru parkir), serta A dan D (cleaning service).Kelima pelaku merupakan karyawan Rumah Sakit A Dadi Tjokorodipo Bandar Lampung. Mereka ditangkap di tempat berbeda, diantaranya sedang bertugas di rumah sakit tersebut. Sampai sekarang belum diketahui apa peran dari juru parkir dan dua cleaning service yang menjadi tersangka. Polisi belum memberi penjelasan.

Baca juga:3 Misteri masih menyelimuti kasus kakek dibuang dari ambulans5 Fakta kakek dibuang ambulans tewas mengenaskanKakek yang dibuang dari ambulans bernama Edi warga PalembangKongkalikong perawat dan sopir ambulans buang kakek di LampungAda dalang di balik pembuangan kakek dari ambulans?

(mdk/tts)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP