8.000 Petugas Disiagakan Cegah Kebakaran Lahan dan Hutan di Sumsel
Kesigapan tersebut, Mawardi menambahkan, yakni membentuk Satgas Karhutla dengan Gubernur sebagai Dansatgas, Danrem sebagai Komandan Operasi.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyiagakan 8.000 petugas guna mencegah kebakaran hutan dan lahan. Ribuan petugas itu nantinya akan disebar di desa-desa.
"Ya, Pemprov sudah siaga sejak awal dengan menempatkan ribuan petugas. Kita juga beri bantuan kepada 10 kabupaten berdampak Karhutla dengan total Rp45 miliar," kata Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya di Palembang, Jumat (3/7).
Kesigapan tersebut, dia menambahkan, yakni membentuk Satgas Karhutla dengan Gubernur sebagai Dansatgas, Danrem sebagai Komandan Operasi. Bahkan, Pemprov Sumsel sudah siaga untuk mengantisipasi terjadinya Karhutla dengan melakukan apel kesiapsiagaan personel dan peralatan yang dilaksanakan di Kebun Raya Sriwijaya beberapa waktu lalu.
Mawardi mengatakan, petugas yang diterjunkan itu dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, BPBD, KLHK, masyarakat peduli api dan regu damkar perusahaan.
"Pemprov juga melaksanakan operasi udara berupa patroli, water bombing dan TMC. Selain itu juga melakukan operasi darat guna mencegah agar kabut asap tidak terjadi seperti pada 2015 lalu. Yang jelas petugas tersebut untuk memadamkan setiap ada titik api. Dengan harapan kebakaran hutan dan lahan tahun 2020 ini dapat diminimalisir," ujarnya seperti dilansir dari Antara.
"Tidak hanya ribuan personel yang dikerahkan, bahkan Pemrov Sumsel telah memberikan bantuan keuangan kepada 10 kabupaten berdampak Karhutla dengan total Rp45 miliar," tutup Mawardi.
Baca juga:
Karhutla Mulai Terlihat di Sumsel, 1 Hektare Lahan Diduga Sengaja Dibakar
Menteri LHK Perluas Peran Masyarakat Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan
KLHK Intensifkan Modifikasi Cuaca Cegah Karhutla
Menko Polhukam Ingatkan Antisipasi Karhutla Jelang Puncak Musim Kemarau
Kalteng Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla hingga 28 September
Atasi Karhutla di Sumsel Standar Covid-19, Satgas Dilarang Boncengan