LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

6 Pesawat asing angkut 103 ton bantuan untuk korban bencana di Sulteng

BNPB melaporkan, bantuan yang belum terkirim per hari Rabu (17/10) yakni 32 unit genset seberat 3,46 to dari China dan tenda Alpinter dari UNICEF sebanyak 42 set (14,49 ton). Bantuan ini akan diangkut ke Palu menggunakan pesawat angkatan udara Amerika Serikat dan Jepang, pada hari ini.

2018-10-19 23:04:00
Gempa
Advertisement

Enam pesawat asing jenis C-130 Hercules, mengangkut bantuan seberat 103 ton dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan menuju Palu. Keenam pesawat bentuk dukungan transportasi itu berasal dari Amerika Serikat, Australia, Kanada, Korea, Jepang dan Singapura.

Bantuan pangan dan nonpangan yang dibawa membutuhkan 64 sorti penerbangan. Bantuan pangan berupa air mineral, mie instan, biskuit, makanan gizi bayi, minyak goreng dan beras.

"Sedangkan nonpangan didominasi tenda. Selain itu, pesawat juga menurunkan 1 unit forklift, yang digunakan untuk mengangkut barang yang diturunkan dari pesawat," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangan tertulis diterima merdeka.com, Jumat (19/10).

Advertisement

BNPB melaporkan, bantuan yang belum terkirim per hari Rabu (17/10) yakni 32 unit genset seberat 3,46 to dari China dan tenda Alpinter dari UNICEF sebanyak 42 set (14,49 ton). Bantuan ini akan diangkut ke Palu menggunakan pesawat angkatan udara Amerika Serikat dan Jepang, pada hari ini.

"Total bantuan internasional yang telah diterima oleh Pemerintah Indonesia, seberat 980 ton dengan kategori pangan dan non pangan," ujar Sutopo.

Sutopo menerangkan, tercatat 20 negara telah membantu pemerintah Indonesia selama penanganan darurat pascagempa Sulawesi Tengah. Negara tersebut antara lain Amerika Serikat, Australia, India, Inggris, Jepang, Jerman, Kanada, Korea, Malaysia, Prancis, Qatar, RRT, Rusia, Spanyol, Selandia Baru, Singapura, Swiss, Turki, dan Ukraina. "Selain itu, pemerintah Indonesia juga mendapatkan dukungan bantuan dari ASEAN Coordinating Centre For Humanitarian Assistance (AHA Centre) dan Badan PBB," terang Sutopo.

Advertisement

Masih disampaikan Sutopo, tenda yang dikirimkan lebih dikhususkan untuk pemenuhan kebutuhan tenda sekolah. Sebanyak 13 paket kemasan tenda sekolah bantuan UNICEF, dikirimkan melalui dua sorti oleh pesawat angkatan udara Amerika Serikat.

Berdasarkan data per Selasa (16/10), pukul 20.00 Wita Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Sulteng, total sekolah mulai dari tingkat TK, SD, SMP, SMA, SMK, SLB, MI dan MTs, terdampak bencana berjumlah 1.185 unit.

"Kerusakan terbesar teridentifikasi di Kabupaten Donggala (499 unit), Kota Palu (359), Kabupaten Sigi (234) dan Kabupaten Parigi Moutong (93). Dari total jumlah tersebut, kerusakan ruang kelas dengan kategori rusak berat dan rusak sedang mencapai 4.722 unit. Sampai dengan hari Jumat (19/10) ini, ribuan tenda untuk kelas darurat masih dibutuhkan di wilayah terdampak," jelas Sutopo.

Baca juga:
Presiden Jokowi ingin rumah tahan gempa lebih banyak di Indonesia
Aceh Barat gempa 5,3 SR, pusat gempa berada di darat
Bersihkan reruntuhan kampus di Palu, personel TNI temukan dokumen berharga dan uang
Ini kelebihan Risha, rumah anti gempa inisiasi Kementerian PUPR
Perjuangan Henita mencari 2 anaknya yang hilang saat likuifaksi melanda Petobo
Korban gempa dan tsunami Sulteng di asrama haji Makassar mulai terserang penyakit
Bocah pengungsi asal Palu jadi korban pencabulan di Makassar

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.