LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

56 Titik panas terpantau di wilayah Sumut

56 Titik panas terpantau di wilayah Sumut. Ke-56 titik panas itu tersebar di sejumlah wilayah di Sumut. Namun, kata Syahnan, Labuhan Batu dan Simalungun yang dinilai paling rawan karena hot spot terbanyak berada di kawasan itu.

2018-07-19 17:33:17
Kebakaran Hutan
Advertisement

Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah 1 Medan mendeteksi sekitar 56 titik panas di wilayah Sumatera Utara (Sumut). Warga kembali diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran hutan atau lahan.

"Kami memantau ada 56 titik hot spot dengan tingkat kepercayaannya di atas 50 persen," kata Syahnan, Kepala Bidang Informasi dan Data BMKG Wilayah I Medan, Kamis (19/7).

Ke-56 titik panas itu tersebar di sejumlah wilayah di Sumut. Namun, kata Syahnan, Labuhan Batu dan Simalungun yang dinilai paling rawan karena hot spot terbanyak berada di kawasan itu.

Advertisement

Keberadaan hot spot ini harus diwaspadai semua pihak agar tidak menjadi kebakaran hutan atau lahan. "Bulan Juli juga merupakan puncak kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera Utara dan juga provinsi lain," jelas Syahnan.

Dia juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan. "Tindakan itu dapat menyebabkan kebakaran hutan," imbuhnya.

Saat ini cuaca di wilayah Sumut masih cenderung berubah-ubah. Panas terik pada siang hari dapat langsung disusul hujan pada malam hari.

Advertisement

Kondisi itu ditengarai disebabkan adanya gangguan di Laut China Selatan dan Samudera Hindia yang memicu hujan dengan intensitas sedang dan lebat pada malam hari.

Akibat gangguan itu, pola cuaca yang ada di wilayah Sumatera Utara menjadi berubah. "Kita harus mewaspadai peningkatan suhu udara dan sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Selain itu perlu juga diwaspadai angin kencang yang sifatnya lokal," jelas Syahnan.

Baca juga:
Data BPBD: Luas hutan dan lahan terbakar di Riau capai 2.152 hektare
Masuki kemarau, 305 hektar lahan di OKI terbakar
13 Titik api terpantau di lahan kawasan Dumai
Belasan hektar hutan jati di wilayah BKPH Kemlagi Mojokerto terbakar
Hutan seluas 4 hektare milik Perhutani di Ponorogo terbakar
Hutan pinus di Banyumas terbakar diduga akibat puntung rokok

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.